Ada obsesi yang patut diacungi jempol dari dalam diri bupati Jember Ir.MZA Djalal MSi yakni mensejahterakan masyarakatnya melalui bola, bagi bupati pilihan rakyat tersebut bola tidak hanya sekedar sebuah permainan sepakbola saja.Lebih dari itu mampu membawa pembaharuan bagi masyarakat, karena itu dengan bola kedepannya kota Jember tercinta ini bisa lebih maju lagi.Bicara soal bola atau bal-balan sepertinya merupakan hal yang sepele bagi sebagian masyarakat, ternyata bola bila dikemas dengan baik ternyata mampu meningkatkan adrenalin masyarakat Jember khususnya untuk bergairah memajukan kotanya.Lebih dari itu, MZA Djalal pengelolaan sepakbola sudah saatnya untuk diubah menjadi manjemen modern dan bukan lagi manajemen konvensional, mengingat di negara lain baik di Eropa, Asia maupun Afrika ternyata sepakbola merupakan salah satu sumber devisa.
Hal itu diungkapkan oleh bupati Jember MZA Djalal saat melakukan launcing Tim Persid Jember menuju divisi utama 2011-2012 di PendopoWiwahya Wibawa Graha Jum’at (30/12), bupati tampaknya juga berkeinginan menjadikan Persid Jember sebagai sebuah sepakbola modern dan sepakbola masa depan. Sepakbola hakekatnya jangan dipandang secara sempit saja yakni bertanding, enak ditonton, dan menjadi juara, lebih dari itu harus disenergikan antara klub sepakbola dengan pengelolaan manajemennya, manajer, pelatih, pemain serta suporternya termasuk disenergikan dengan komunitas pemerintahan, pengusaha, maupun perbankan.Dalam kesempatan tersebut MZA Djalal menyatakan launcing Persid juga merupakan peristiwa bersejarah, karena itu sebagai bupati Jember dirinya ingin menyatukan keinginan dari pemain Persid Jember, suporter mania serta masyarakat untuk membangun stadion yang bertaraf internasional.
“Stadion di Kecamatan Ajung ini merupakan wujud sebuah obsesi menuju sebuah peradaban sepakbola yang lebih maju lagi, di berbagai belahan dunia khususnya di negara maju saat ini tidak disebut kota bila tidak terdapat.Seramai apapun kota tapi belum dilengkapi dengan fasiltas stadion tetap dinamakan village atau desa, karena itu saya ingin Jember ini disebut sebagai kota seperti negara maju dengan menghadirkan stadion yang bisa dijadikan kebanggaan tidak hanya kebanggan bersifat regional dan nasional saja tapi mampu menjadi kebanggaan dunia.Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak semua yang hadir disini untujk menyatukan energi positif untuk menatap masa depan lebih baik dan lebih cerah melalui persebak bolaan, karena itu dengan bola saya ingin masyarakat Jember ini bisa lebih baik lagi kesejahteraannya dan mampu meningkatkan tambahan penghasilan,”ungkap MZA Djalal.
Secara teknis stadion diharapkan mampu menjadi stadion terbaik di seluruh Indonesia, kapasitas tempat duduk stadion tersebut mampung menampung 25 ribu penonton dan hal ini sudah disesuaikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Jember.Kelebihan stadion baru ini ketimbang stadion Notohadinegoro bisa dipakai untuk menggelar pertandingan pada malam hari, karena itu bila ada pertandingan bertaraf internasional bisa memanfaatkan stadion tersebut.Bupati MZA Djalal juga minta maaf kepada pecandu bola di Kabupaten Jember, apabila stadion dengan luas 9 hektar di kawasan Jember Sport Garden yang memilki luas 50 hektar itu kelak bila difungsikan maka tiket masuk untuk menonton pertandingan sepakbola tidak lagi Rp.10.000 lagi tapi Rp.25.000, stadion semacam itu tidak dimiliki kabupaten lain hanya dimiliki oleh Kabupaten Jember saja untuk wilayah Jawa Timur bagian timur.(winardyasto)