Kenakalan di kalangan remaja saat ini sudah mencapai tingkatan yang mengkhawatirkan. Hal ini dikatakan oleh Ketua Pokja I Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ny. Suwarno. Ditemui dalam acara Fasilitasi dan Pemberdayaan Anak Remaja dan Antisipasi Kenakalan Remaja/Narkoba Melalui Pembinaan Mental, Agama, dan Istighosah Kabupaten Jember (12/01) di aula pendopo bupati, ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba menjadi peringkat tertinggi dalam kenakalan remaja di Kabupaten Jember.
“Menurut data yang kami peroleh dari Polres Jember, jumlah narkoba yang berhasil disita di tahun 2011 adalah pil koplo,” paparnya.
Ia cukup prihatin dengan keadaan ini karena remaja seharusnya menjadi masa yang sangat penting untuk pemantapan jati diri dalam menghadapi usia dewasa. Ia mengatakan banyak faktor yang dapat mempengaruhi remaja dalam menyalahgunakan narkoba, antara lain pergaulan yang salah, kurangnya perhatian orang tua serta dari internal remaja itu sendiri yang ingin mencoba sesuatu yang baru dikenalnya.
“Remaja itu memiliki keadaan psikologis yang labil, sehingga penting bagi kita, para orang tua untuk memberikan pemahaman dan pendidikan beragama sedini mungkin,” ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa orang tua juga perlu untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak mereka secara personal. Ia menjelaskan bahwa sebisa mungkin orang tua menjadi sahabat yang paling baik bagi anaknya. Orang tua sebaiknya membiasakan diri untuk bertanya pada anak mengenai hal-hal yang dilakukan sang anak saat di sekolah maupun di tempat yang lain.
“Kita sebagai orang tua sebaiknya mengajarkan anak untuk selalu terbuka terhadap masalah mereka. Boleh kita percaya pada anak, tetapi kita juga wajib memantau perilaku dan pergaulan mereka sehingga keluarga kita terhindar dari hal-hal yang buruk,” jelasnya.
Melalui Pokja I ia berupaya untuk terus memberi pembekalan tentang kesadaran hukum, pembentukan karakter, serta berbagai penyuluhan pada remaja agar mencegah terjadinya peningkatan angka kriminalitas akibat penggunaan miras dan narkoba. Ia pun berharap agar nantinya remaja-remaja yang telah dibina dalam acara Pokja I ini dapat menyampaikan kepada teman-teman sebaya yang lain di lingkungan sekolah maupun rumah. Dengan demikian kesadaran remaja di Kabupaten Jember akan bahaya miras dan narkoba semakin baik dari hari ke hari. (Mc_Hms/Ane).