2017 Bentuk Pokdarwis untuk Tingkatkan Pengetahuan Wisata

Pemerintah Kabupaten Jember pada tahun 2017 akan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pariwisata.

Rencana itu disampaikan Wakil Bupati Drs. KH. Abdul Muqit Arief dalam rapat paripurna DPRD, Sabtu (3/12/2016), dengan agenda penyampaian jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi fraksi DPRD Jember. Pembentukan kelompok sadar wisata itu merupakan bagian dari Kawasan Prioritas Pariwisata. Pokdarwis ini berada di sekitar destinasi wisata.

Selain pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pemerintah juga melakukan kegiatan penyuluhan yang bekerjasama dengan berbagai pihak.

Pokdarwis yang direncanakan itu yakni di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo. Produk unggulannya berupa pembuatan jamu tradisional serta budidaya tanaman toga. Pokdarwis berikutnya berada di Pantai Payangan dan Pantai Watu Ulo di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Serta Pokdarwis di Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Kelompok sadar wisata tersebut menambah jumlah kelompok sadar wisata yang telah ada di seputar destinasi wisata di Kabupaten Jember. Penyuluhan pokdarwis pada tahun 2017 dilakukan di Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo.  “Kegiatan yang kita lakukan tersebut menambah pengetahuan masyarakat tentang kegiatan Sapta Pesona Pariwisata, yaitu sejuk, indah, aman bersih, tertib, ramah, kenangan,” ujar wakil bupati.

Sosialisasikan Kreatifitas Masyarakat

Disamping menggali potensi wisata atau meningkatkan kunjungan wisata melalui Pokdarwis, Pemkab kedepan juga bakal meningkatkan pertumbuhan kreatifitas masyarakat.

Untuk itu Wabup menyampaikan pemerintah akan mengupayakan untuk menyosialisasikan dan memasarkan hasil hasil kreatifitas masyarakat Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informasi. Upaya itu salah satunya dengan membuat program sistem informasi terintegrasi.  “Nantinya akan di buat website brand yang sesuai dengan standar mutu nasional atau internasional,” ujarnya.

Dengan sistem informasi terintegrasi, melalui website tersebut, diharapkan lingkungan bisnis yang kondusif dapat berjalan sebagaimana mestinya. Melalui website ini diharapkan masyarakat dapat secara mandiri mencari data dan informasi yang dibutuhkannya.

Selain itu masyarakat dapat berkomunikasi secara interaktif antara mereka yang membutuhkan dengan pihak pemerintah daerah dalam memasarkan hasil hasil kreativitas masyarakat. Sejalan dengan hal itu, kata wabup, pemerintah berupaya mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik secara efektif dan efisien. “Maka pemerintah melalui dinas komunikasi dan informasi menerapkan e-government,” jelasnya.

E-government itu dibangun dengan sistem informasi terintegrasi. Dengan demikian segala kebutuhan informasi dan data menjadi satu data pembangunan yang terpusat, transparan, dan akuntabel. (*F2)

No Response

Leave a reply "2017 Bentuk Pokdarwis untuk Tingkatkan Pengetahuan Wisata"