Kerja Nyata

Handy Craft Balung

804 views

Handy Craft Balung yang Mendunia
Oleh : Indra GM. & Anik D. Mulyani

Balung, sebuah daerah di Kabupaten Jember, yang sejak jaman Majapahit sudah menjadi pemukiman masyarakat, sejak beberapa tahun belakangan, mulai memantapkan diri sebagai sentra kerajinan tangan. Berbagai jenis kerajinan tangan (handycraft) bisa ditemui di daerah ini, mulai dari peralatan dapur, sampai manik-manik dan alat musik tradisional. Produk kerajinan yang dihasilkan, utamanya banyak dilakukan di Desa Tutul dan Balungkulon. Untuk jenis peralatan dapur, manic-manik, tasbih, serta produk souvenir lainnya, banyak dibuat masyarakat di Desa Tutul. Sedang kerajinan lain, dibuat di Desa Balung Kulon.

Besarnya potensi industry kerajinan di Kecamatan Balung, khususnya Desa Balungkulon ini, memang sangat membantu peningkatan pendapatan masyarakat. Hanya saja, keberadaannya sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, karena selama ini para pengusaha masih mengupayakan sendiri pemasarannya. Sebut saja alat music tradisional berupa Jimbe dan Diageridoo (riduridu), maupun senjata tradisional Boomerang. Selama ini, meski penjualan semua alat music dan senjata tradisional yang dihasilkan pengrajin Desa Balungkulon, masih melalui pihak ketiga, namun kualitasnya sudah sangat diakui masyarakat dunia. Buktinya, alat music tradisional berupa Jimbe, sudah dipasarkan ke Uzbekistan, Turki, Afrika Selatan, Perancis, dan negara negara Amerika Latin. Sedang untuk senjata tradisional Suku Aborigin yang juga diproduksi perajin Balungkulon, sebagian besar dipasarkan ke Asutralia dan Amerika.

“Malahan konjen Korea Selatan datang langsung ke sini (Balungkulon), pesan Jimbe 12.000 unit dan tas dari batok kelapa 10.000 unit. Sedang dari Australia, ada pesanan 45.000 unit boomerang,” ungkap Rahmat Syaifuddin, perajin Jimbe dan Boomerang, di Desa Balungkulon. Handycraft produksi perajin Balungkulon memang banyak diminati masyarakat dunia. Hanya saja selama ini alur penjualan produk kerajinan tersebut, tidak langsung pada pembeli (konsumen), tapi melalui pedagang, yang umumnya dari Bali. Sehingga, meski produk kerajinan tersebut kualitasnya dikenal bagus, tapi tidak membawa nama Jember, apalagi Balung sebagai sentra kerajinannya. Selama ini, untuk memperkenalkan ke khalayak luas, produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat di Desa Balungkulon, sudah didaftarkan di Disperindag, Jawa Timur. Bahkan produk kerajinan tersebut juga dipamerkan di show room Jatim Covention Cantre (JCC). Satu harapan yang sampai saat ini belum sepenuhnya terwujud, Kepala Desa Balungkulon, Risin SH, berharap pihak pemerintah lebih memberikan perhatian terhadap potensi sumber daya manusia yang ada di desanya. Bentuk perhatian itu, bisa diwujudkan dalam pemberian pelatihan untuk meningkatkan skill dan hak patent bagi produk kerajinan yang dihasilkan. Bahkan untuk mempermudah perajin dalam memasarkan produk kerajinannya, Risin mengusulkan, perlu adanya lembaga, bisa dalam bentuk koperasi dan sebagainya. “Sebenarnya kalau soal potensi di Balungkulon ini, tidak hanya handycraft, peternakan dan perikanan juga ada, tapi ya itu, butuh pelatihan, bahkan juga modal dari dinas terkait,” tambahnya.

No Response

Comments are closed.