Jember Kota Pandhalungan

7 Negara Siap Meriahkan Jember Open Marching Competition

Kejuaraan International Jember Open Marching Competition (JOMC) yang sudah diselenggarakn sejak tahun 2012, kini menginjak tahun ke-V kompetisi. Dan pada kompetisi ke-V kali ini, bakal dimeriahkan dengan peserta dari 7 negara dan 15 kabupaten/kota di Indonesia.

“Peserta yang bakal hadir pada JOMC ke-V kali ini ada 28 marching band, yang berasal dari 7 negara dan 15 kabupaten/kota di Indonesia,” jelas Ketua Pelaksana JOMC, H. Tri Basuki melalui keterangan persnya siang tadi, Rabu (14/9/2016).

Dengan dukungan dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), Asian Marching Band Confederation (AMBC) dan Winter Guard International-USA, saat ini Kejuaraan International JOMC merupakan kejuaraan Marching Band terbesar di Asia.

Menurut Tri, mulai tanggal 18 hingga tanggal 21 September mendatang, dijadwalkan sebagai waktu kehadiran para peserta di Jember. Sementara gladi bersih seluruh peserta pada tanggal 21 dan 22 September 2016 bakal dilakukan di tiga tempat, yakni Jember Sport Garden (JSG), alun-alun Kabupaten Jember Jalan Sudarman dan GOR Garuda.

Selanjutnya pada tanggal 22 September juga, diadakan welcome party yang dijadwalkan bertempat di Pendopo Wahya Wibawa Graha bersama Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR. Dan keesokan harinya dialnjutkan dengan grand opening sekaligus babak penyisihan mata lomba marching band show dan battle drum dengan lokasi acara di JSG.

“Untuk tanggal 24-nya, bertempat di GOR Garuda dan alun-alun Jember, acara berupa babak penyisihan Brass Battle dan color guard contest,” imbuhnya. Sedangkan untuk final drum battle dan marching show akan diadakan di JSG, kecamatan Ajung Jember.

Acara terbesar di Asia tersebut bakal dihadiri dan dinilai langsung oleh 11 juri Internasional dan Nasional dari 5 negara. Dengan beberapa kategori penilaian, diantaranya untuk marching show band, adalah pagelaran musik, gerak dan tari dengan durasi 10 sampai 12 menit untuk masing-masing peserta dengan jumlah pemain minimal 40 orang dan maksimal 150 orang.

Sedangkan drum battle adalah pertarungan percusy antar peserta dengan sistem gugur dengan jumlah pemain minimal 12 hingga maksimal 30 orang. “Brass battle sendiri adalah pertarungan alat tiup atau brass antar peserta dengan sistem gugur dengan jumlah pemain minimal 12 sampai dengan maksimal 30 orang,” jelasnya.

Berbeda lagi dengan color guard contest, ini adalah pagelaran gerak dan tari yang dinilai dengan diiringi musik dengan durasi 6 sampai 7 menit saja, dengan menggunakan properti flag, rifle, sabre, dan jumlah peserta dibatasi 12 hingga 30 orang.

Dan kategori terakhir adalah solo contest, yakni keahlian memainkan alat musik secara perorangan yang terdiri dari mata lomba solo snare drum, solo tenor, solo marimba, dan solo guard. “Total atlit atau player dari seluruh peserta berjumlah 2000 orang, dan bakal menginap di Jember 5 sampai 7 hari,” pungkasnya.

Dengan begitu, dan banyaknya peserta dari manca yang bermalam di Jember, sesuai dengan maksud dan tujuan JOMC, bakal lebih memperkenalkan kota Jember khususnya dan Indonesia sebagai kota yang peduli pada kegiatan oleh raga, Drum Band/marching Band di seluruh dunia. Juga menjadikan kota Jember sebagai Kota Kompetisi Marching Band kelas Dunia yang dihadiri oleh ribuan orang setiap tahunnya dari seluruh dunia, sehingga berdampak pada peningkatkan perekonomian Kabupaten Jember baik dari segi pariwisata ataupun dari sektor lainnya. (*)

No Response

Leave a reply "7 Negara Siap Meriahkan Jember Open Marching Competition"