Jember Kota Pandhalungan

8000 JAMAAH AKAN PADATI ALUN-ALUN JEMBER

BBJ tidak lagi indentik dengan gebyar dan glamour saja, akan tetapi muatan religi juga akan diangkat dalam BBJ kali ini. Ini dibuktikan dengan akan digelarnya Manaqib Kubro bagi seluruh masyarakat Jember di alun-alun Jember, 24/9, nanti malam. Kegiatan Manaqib Kubro sendiri diperkirakan akan dihadiri sekitar 8 ribu orang, yang terdiri dari 4 Kabupaten, termasuk Kab Probolinggo. Jamaah manqib sendiri juga lebih banyak akan dihadiri oleh jamaah manaqib sholawat Syeh Abdul Qodir Jaelani Al Qodiri. Dalam kesempatan itu akan dipimpin langsung oleh KH. Ahmad Muzaki Syah, pengasuh Ponpes Al-Qodiri, Jember, serta diisi juga ceramah agama dari Nyai Halimah Muzaki Syah.

Dijelaskan oleh Kabag Kesra Pemkab Jember, H. Imam Bukhori, bahwa kegiatan ini akan dihadiri sekitar 8 ribu jamaah manaqib, termasuk jamaah rutin manaqib sholawat Syeh Abdul Qodir Jaelani Al Qodiri. Juga, lanjutnya, akan dihadiri dari jamaah dari 4 Kabupaten dan Kabupaten Probolinggo. Diperkirakan, ungkapnya lagi, manaqib ini sendiri akan berakhir pada pukul 11 malam.

Disampaikan juga oleh Imam Bukhori, bahwa manqib ini merupakan komitment Bupati Jember, MZA Djalal, untuk tetap mengangkat potensi religi yang ada di Masyarakat Jember melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, sekaligus juga melakukan doa bersama demi keselamatan masyarakat Jember di masa akan datang. Imam juga mengatakan bahwa di alun-alun Jember sendiri telah didirikan sekitar 25 tenda bagi masyarakat dan undangan termasuk tikar karpet sehingga jamaah nantinya bisa merasa nyaman selama mengikuti manqib kubro malam ini.

Untuk keamanan dan parkir jamaah, Imam juga mengatakan bahwa Bagian Kesra telah menyediakan parkir disekitar alun-alun termasuk para jukirnya. Dirinya juga telah berkoordinasi dengan pihak Polres, Sat Pol PP, Dishub untuk mengatur lalu lintas selama kegiatan ini berlangsung. “Mari semua untuk masyarakat Jember hadirilah Manaqib Kubro ini dalam rangka berdoa bersama untuk keselamatan Jember dan semua masyarakat Indonesia”, pungkasnya. (tgh/humas)

 

No Response

Comments are closed.