Jember Kota Pandhalungan

Antisipasi Kebakaran Hutan Dan perlindungan Flora dan Fauna yang Dilindungi

bksdaBKSDA adalah singkatan dari Bidang Konservasi Sumber Daya Alam. Pada tahun 2007 BKSDA masih mempunyai nama Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Instansi ini di antaranya bertugas untuk mengelola kawasan-kawasan konservasi, khususnya hutan-hutan suaka alam (suaka margasatwa, cagar alam) dan taman wisata alam. Selain itu Balai KSDA juga bertanggung jawab mengawasi dan memantau peredaran tumbuhan dan satwa yang dilindungi di wilayahnya; termasuk pula memantau upaya-upaya penangkaran dan pemeliharaan tumbuhan dan satwa dilindungi oleh perorangan, perusahaan dan lembaga-lembaga konservasi terkait. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6187/Kpts-II/ 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam, dua aspek tugas pokok BKSDA adalah: Melaksanakan pengelolaan kawasan konservasi, yaitu kawasan hutan Cagar Alam (CA), dan kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA), Melaksanakan upaya konservasi tumbuhan dan satwa liar, baik di dalam habitatnya maupun di luar habitatnya.

Kawasan yang menjadi konservasi BKSDA wilayah III Jatim yakni cagar alam, suaka marga satwa dan wisata alam. BKSDA wilayah III jatim melakukan konservasi di 14 kawasan. 3 diantaranya yakni suaka marga satwa Argopuro, Taman Wisata Alam Kawah Ijen dan Taman Wisata Alam Gunung Baung di Pasuruan. Salah satu pemicu kebakaran hutan yakni jatuhnya daun kering/vegetasi yang kering. Vegetasi kering tersebut mengandung minyak yang dapat menyebabkan kebakaran. Penyebab lainnya yakni membuang putung rokok yang masih menyala dan lupa mematikan api unggun saat camping juga dapat memicu kebakaran hutan. Fauna yang dilindungi di Jawa timur yakni semua jenis elang, macan tutul, lutung jawa, rusa dan kijang. Jika masyarakat melihat dan menemukan satwa yang dilindungi diperjual belikan, masyarakat harap melapor kepada BKSDA di Jalan Jawa nomor 36 atau dapat menghubungi di nomor telepon 0331-335029. Masyarakat juga dapat langsung melapor kepada Polisi terdekat, karena perburuan liar dapat merusak ekosistim alam. Upaya Konservasi bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah tapi masyarakat juga harus ikut peduli.

No Response

Comments are closed.