Jember Kota Pandhalungan

Apel Siaga Bencana, BPBD Gandeng Semua Elemen

Penanganan bencana menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah saja, namun semua pihak dan masyarakat juga. Hal ini nampak pada apel siaga bencana dengan tema Gerak Terpadu, Pemerintah-Masyarakat-Dunia Usaha menuju Ketangguhan Kabupaten Jember dalam Menghadapi Bencana yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Jember, Kamis (29/9/2016).

Acara yang langsung di pimpin oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., dan dihadiri oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, Ketua dan Wakil Ketua Forkopimda, Dandim 0824, Drs, Suhanan, M.pd Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jember tersebut, menjadi simbol sinergitas antara masyarakat dan pemerintah yang bersatu padu dlam mencegah dan menanggulangi bencana.

Bencana alam terjadi, tentu merupakan rangkaian peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu aktifitas kehidupan masyarakat, baik yang di sebabkan oleh faktor alam, non alam maupun akibat ulah manusia. Berbagai bencana tersebut telah mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta bencana dan dampak psikologis selain itu bencana juga menimbulkan permasalahan lain. Seperti pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat pengungsi, kerawanan penyakit menular serta masalah keamanan harta benda yang di tinggalkan para pengungsi.

Dan mencermati hal tersebut di perlukan langkah-langkah proaktif dari seluruh pihak khususnya bagi para pemangku kebencanaan untuk secara sigap dan siaga dalam menanggulani bencana.

“Harus di pahami bersama bahwa seluruh lapisan masyarakat hendaknya mengetahui gejala-gejala atau tanda-tanda akan terjadinya bencana dan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di daerahnya maka tindakan yang harus segera di ambil adalah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak desa atau petugas lapangan BPBD,” jelas Bupati Faida.

Pada kesempatan ini, Bupati Faida juga memerintahkan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, TNI, Polri serta seluruh pihak yang terkait untuk meningkatkan sinergisitas anatara satu sama lainnya guna membantu masyarakat pada saat pra bencana, saat bencana, maupun pasca bencana, sebab masalah bencana merupakan tanggungjawab bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Guna kesiagaan dalam penanggulangan bencana maka masing-masing instansi harus menginventaris sarana prasarana yang ada termasuk peralatan SAR, dapur umum, serta peralatan kesehatan sehingga pada saat di gunakan tidak dapat kendala selain itu di perlukan juga pemetaan daerah rawan bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Jember.

Sementara itu untuk prakiraan musim hujan tahun 2016-2017 akan di awali pada bulan november mendatang dan puncaknya terjadi pada bulan Januari dan Pebruari 2017, untuk itu beberapa daerah di Kabupaten Jember yang perlu mendapat perhatian adalah wilayah lereng-lereng gunung Argopuro, Lamongan yang terancam terjadinya bencana tanah longsor, banjir bandang maupun banjir genangan di wilayah selatan Kabupaten Jember.

Bupati Faida menegaskan bahwa sinergisitas di mulai dari kebersamaan di mulai pada kesadaran bahwa bencana adalah masalah besar untuk itu pastikan di antara semua tim telah tercatat nomor-nomor komunikasi dan sms center untuk tim bencana yang di latih untuk di komunikasikan. Bukan hanya saat ada bencana tapi jauh sebelum bencana di lakukan latihan bersama, komunikasi bersama sehingga niatan untuk bekerjasama di saat diperlukan telah terbangun di jauh hari sebelumnya.

Bupati juga menitipkan kepada BPBD Jember untuk merangkul pihak-pihak yang selama ini mungkin belum pernah terlibat dalam latihan bersama dan apel bersama. Hal yang tak kalah pentingnya adalah perlunya pelatihan penanggulangan bencana secara kontinyu dan intensif, sehingga kesiap siagaan semua personil dapat dapat di maksimalkan dan untuk seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya bencana.

Kebiasaan yang baik sangat di perlukan diantaranya upaya untuk tidak membuang sampah di selokan, sungai dan jangan melakukan penebangan pohon secara liar, lakukanlah penghijauan penanaman pohon lakukan pemangkasan dahan ranting dan pemotongan pohon yang sudah mati dan rawan tumbang secara berkala utamanya yang khususnya yang berada si seluruh jalur jalan raya.

Setelah upacara selesai Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR , Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, Kepala BPBD Drs. Suhanan, M.pd , Dandim 0824 meninjau kendaraan beserta peralatan yang akan di gunakan pada saat bencana terjadi dan merupakan fasilitas untuk menyelamatkan korban bencana. (Izza, Mutia)

No Response

Leave a reply "Apel Siaga Bencana, BPBD Gandeng Semua Elemen"