Jember Kota Pandhalungan

BAGIKAN SERAGAM AJAK PKL JAGA KETERTIBAN ALUN-ALUN

Pedagang kaki lima (PKL) khususnya penjual kopi keliling (kopling) mulai ditertibkan oleh Sat Pol PP Pemkab Jember, apalagi ditengarai jumlah mereka setiap hari terus bertambah.Tak heran jika akhirnya Sat Pol PP Pemkab Jember sesuai kewenangannya mengambil langkah melakukan pendataan jumlah pedagang kopi keliling tersebut, mereka juga diberi baju model racing gratis berwarna hijau bertuliskan kopi keliling dan di baju tersebut tertampang juga logo Pemkab Jember dan logo Sat Pol PP sehingga mereka mudah untuk dikenali.

Dalam penjelasannya Drs.Suryadi Kepala Sat Pol PP Pemkab Jember melalui  Drs.Joko Soponyono, MSI Kabid Sumber Daya Aparatur (SDA) menjelaskan, dibagikannya baju racing atau seragam untuk pedagang kopi keliling juga melibatkan pihak ketiga yakni sponsor.Dikatakan oleh Joko, untuk tahap pertama sebanyak 17 baju racing telah diserahkan kepada pedagang kopi keliling dari jumlah keseluruhan 37.Diberikannya baju racing tersebut setidaknya memberi indentitas tersendiri bagi PKL alun-alun Jember, selain itu juga memudahkan bagi Sat Pol PP Pemkab Jember untuk mengumpulkan mereka saat ada pembinaan.

“Alun-alun sebagai pusat kegiatan harus tetap dijaga kebersihannya agar tidak terkesan kotor, karena itu Sat Pol PP Pemkab Jember sengaja menggandeng PKL untuk selalu memperhatikan ketertiban, kebersihan, keindahan dan keamanan tempat tersebut.Apalagi alun-alun kerapkali digunakan untuk kegiatan upacara kenegaraan, karena itu PKL tidak hanya sekedar berjualan kopi keliling saja tapi juga untuk tidak membuang sampah sembarangan.Dibagikannya seragam juga untuk membatasi bertambahnya jumlah pedagang kopi keliling di alun-alun, ini juga sekaligus merupakan perhatian dari  Sat Pol PP Pemkab Jember “ujar Joko.

Ditambahkan oleh Joko, dilibatkannya PKL tersebut setidaknya bisa ikut ambil bagian di kegiatan Sat Pol PP Pemkab Jember seperti kerja bakti.Saat ditanya apakah kedepannya Sat Pol PP Pemkab Jember bakal menertibkan pedagang lainnya serta membagikan seragam serupa?, Joko menjawab, nantinya Sat Pol PP Pemkab Jember secara intensif terus memantau keberadaan mereka dan menjadikan PKL sebagai mitra untuk menertibkan kawasan alun-alun dan hal ini sekaligus bantahan bahwa selama ini Sat Pol PP kerapkali memusuhi PKL.

Sementara itu Sugianto salah seorang pedagang kopi keliling alun-alun merasa tidak keberatan jika dirinya dan teman seprofesinya diajak menjaga ketertiban alun-alun, apalagi sebagai warga Jember tanpa melihat profesinya seharusnya siapapun orangnya punya rasa kepedulian tinggi terhadap alun-alun.Menurut pria asal Madiun tersebut, langkah Sat Pol Pemkab Jember melakukan penertiban, setidaknya mendapat dukungan dari PKL khususnya pedagang kopi keliling apalagi alun-alun sebagai tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat Jember dan sewajarnya jika kondisi alun-alun selalu terawatt kebersihannya.

“Kalau alun-alun bersih maka pengunjungnya juga banyak dan mereka bakal berlama-lama duduk ditempat tersebut, jelas ini menguntungkan pedagang kopi keliling untuk menawarkan barang dagangannya.Kalau alun-alun jorok maka tidak seorang pun datang ke tempat itu, kan akhirnya PKL mengeluh karena sepi pengunjung dan dagangannya tidak laku.Jualan kopi di alun-alun itu enak karena calon pembeli datang sendiri, apalagi di hari-hari tertentu seperti Jum’at dan Sabtu tempat ini dipenuhi kawula muda  terutama klub motor dan klub mobil dan mereka biasanya sambil ngobrol menikmati minum kopi,”tukas Sugianto.(winardyasto)

No Response

Comments are closed.