Jember Kota Pandhalungan

Bahas Hal Krusial AKD Bertemu Bupati dan Wabup

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., dan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, siang tadi (12/5/2016), melakukan pertemuan dengan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Jember di Kantor Pemkab Jember.

Kegiatan ini membahas beberapa hal yang krusial terkini diantaranya pendataan guru ngaji, pendistribusian raskin, dan beberapa hal yang lain.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Pejabat dari Pemkab Jember, diantaranya Plt. Sekretaris Kabupaten Jember, Drs. Bambang Haryono, Asisten Tata Praja, Drs. Sigit Akbari, dan beberapa SKPD seperti Dinas Sosial, Bagian Umum, Bagian Pemdes, dan tentunya sejumlah pengurus Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Jember.

Terkait dengan guru ngaji karena terdapat banyaknya keluhan warga terkait validitas data guru ngaji, layak atau tidak menerima bantuan di tanggapi serius oleh Bupati Jember.

Bupati Jember mempunyai rencana akan melakukan pemutakhiran data secara resmi dan akan dibuat online.

“Kita akan memanfaatkan pedataan online, dengan begitu kita akan tau apabila data tidak valid akan ketemu,” tuturnya.

Ditambahkannya, akan ada bentuk konsekuensi bagi yang tidak layak menerima dan masih menerima, pihaknya akan memanggil langsung Kepala Desa untuk dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., juga akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila sudah ada pendataan resmi guru ngaji.

Dalam pertemuan tersebut juga membahas terkait pendistribusian beras miskin atau raskin, yang selama ini perlu ada pembenahan pada teknis pelaksanaan dengan sistem baru dan terutama masalah data yang berhak menerima dan tidak berhak menerima.

Disampaikan dengan tegas oleh Bupati Jember dihadapan beberapa Kepala Desa dan beberapa pejabat Pemkab Jember bahwa apapun yang akan terjadi kita tanggapi dengan 3B (Baik, Benar, Betul) karena ini adalah urusan rakyat miskin dan ini juga persoalan kelaparan.

“Kami tidak ingin ada warga Jember yang miskin, tidak boleh ada warga yang menangis karena kelaparan,” pintanya.

Selain itu Bupati juga mengajak untuk menanggapi persoalan ini butuh kebersamaan dan kesadaran, karena beras raskin adalah hak dari rumah tangga miskin. (*)

No Response

Leave a reply "Bahas Hal Krusial AKD Bertemu Bupati dan Wabup"