Jember Kota Pandhalungan

BANK JATIM REHAB 100 RUMAH KURANG LAYAK HUNI

Penggelontoran dana social (CSR) bagi mayarakat kurang mampu yang membutuhkan biaya perbaikan rumah tinggal, Bank Jatim Jember bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Jember melakukan peninjauan Lapang Program Perbaikan Rumah Kurang Layak Huni pada tahun ini. Peninjauan ini di lakukan pada 2 desa, yaitu Desa Balet Baru dan Desa Sukosari, Kec. Sukowono, yang langsung dilaksanakan sendiri oleh Pemimpin Cabang Bank Jatim Jember, Suhariyono, bersama-sama dengan Ka. Bapemas Jember, Edy B Susilo, kemarin, 5/12.

Dikatakan oleh Pimpinan Bank Jatim Jember, Suhariyono, bahwa Bank Jatim sendiri ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jember dalam bentuk bantuan rehab rumah layak huni sebanyak 100 unit yang terbagi di 2 desa, yaitu Balet Baru dan Sukosari, Kec Sukowono. Dipilihnya kedua desa tersebut, ungkap Suhariyono, karena masyarakat 2 desa tersebut masih banyak yang bertempat tinggal di rumah “gedek” dan berlantai tanah, yang tidak layak dihuni. Dikatakan juga oleh Suhariyono, bahwa bantuan RKLH ini akan diberikan setiap tahunnya sebagai dana CSR Bank Jatim kepada masyarakat Jember. “Bantuan ini diberikan agar rakyat jember bisa sehat dan bertempat tinggal yang layak. Wong Bank Jatim ini kan Bank-nya orang Jember mas,” ulasnya.

Suhariyanto juga menyatakan Bank Jatim memang sengaja menggandeng Bapemas untuk menyalurkan bantuan 100 rumah tersebut, mengingat Bapemas sendiri telah menjadi mitra kerja Bank jatim di tahun-tahun yang lalu. “kita memang sudah sering melakukan kerjasama dlam rangka pemberian bantuan CSR kepada masyarakat. Disamping itu, Bapemas paham betul daerah-daerah mana yang memang minus, sehingga bantuan itu tidak salah sasaran”, jelasnya.

Sementara itu, hal senada juga Dikatakan oleh Kepala Bapemas Jember, Edy B. Susilo bahwa Program Perbaikan Rumah Kurang layak Huni (RKLH) melalui Dana CSR Bank Jatim Jember dipilih 2 desa dari Kec. Sukowono yang memang dinilai sangat membutuhkan dana perbaikan rumah. Dimana, lanjut Edy, untuk anggaran tahun 2013 masing-masing desa mendapatkan bantuan perbaikan rumah sebanyak 50 Unit. “Total keseluruhan yaitu 100 unit rumah. Dan, Bapemas dan Bank Jatim sendiri yang melakukan penyeleksian melalui Camat dan Muspika setempat. Jadi, benar-benar yang membutuhkan yang mendapatkan bantuan itu, “ tegasnya.

Diungkapkan juga oleh Edy, bahwa perbaikan RKLH ini tidak semuanya ditanggung oleh CSR Bank Jatim, akan tetapi juga didukung dengan swadaya dan partisipasi masyarakat. “hasilnya mencapai 100 %. Dan sebagian besar pembangunan RKLH tersebut dilakukan secara gotong royong masyarakat. Bahkan, yang membuat saya senang hampir 20 unit dari 100 unit rumah yang mendapat bantuan itu di sokong dengan swadaya masyarakat, sehingga dana yang cukup hanya membangun sebagian rumah bisa ditambahkan menjadi perbaikan secara keseluruhan”, ungkapnya.

Dengan partisipasi yang tinggi tersebut, Edy mengharapkan masyarakat tidak lagi bergantung pada pemerintah, akan tetapi masyarakat punya niat untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik dan lebih sehat. “ya…kan rumahnya akhirnya jadi sehat, dindingnya dinding semen, diplester, termasuk ventilasi jendela dan pintu kusen juga di perbaiki dibandingkan sebelumnya saat belum mendapat bantuan mas”, tegasnya.

Lain halnya dengan Roksanen, 56 tahun, penerima bantuan RKLH CSR Bank Jatim. Dirinya merasa sangat bersyukur bisa diberi bantuan perbaikan rumah oleh Bank Jatim, sehingga rumahnya menjadi lebih baik dan sehat. “Guleh neka mator kasoon be’e Bapemas ben Bank Jatim Jember, seh sampon e’beri bantuan perbaikan rumah. Alhamdulillah, tak dedi robuh bungkoh guleh pak. (saya berterimakasih kepada Bapemas dan Bank Jatim Jember, yang telah memberi bantuan perbaikan rumah. Alhamdulillah, Rumah saya tidak jadi roboh pak. Red).

Roksanen juga menambahkan bahwa bantuan tersebut didukung oleh dana bantuan masyarakat sekitar yang diterimanya secara swadaya sehingga mampu digunakan untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan. (tgh/Hmas)

No Response

Comments are closed.