BAPEMAS GELAR PELATIHAN PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK SPP

Disamping memberikan kegiatan sarana prasarana dasar, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) Kab Jember juga memberikan ruang khusus kepada kelompok perempuan untuk mengelola kegiatan ekonomi modal usaha dalam bentuk Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Untuk mendukung pengelolaan dana bergulir ini, di masing-masing kecamatan lokasi PNPM MPd, dibentuk Unit Pengelola Kegiatan (UPK) secara partisipatif melalui Forum Musyawarah Antar Desa (MAD).

Hingga saat ini, sebanyak 38.008 warga desa yang tergabung dalam 3.554 kelompok telah memanfaatkan pinjaman bergulir tanpa agunan (SPP+UEP). Yang tersebar pada 26 Kecamatan dari 31 Kecamatan seluruh Kabupaten Jember. Bapemas sendiri menggelar pelatihan penguatan kapasitas kelompok SPP, yang diikuti oleh 70 orang dari 26 peserta di aula Bank Jatim, 29/1.

Menurut Ka. Bapemas Jember, Edy B Susilo, bahwa pada laporan periode Oktober tahun 2012, tingkat pengembalian SPP rata-rata mencapai 97%, sedangkan UEP sebesar 92 %. Oleh karenanya, lanjut Edy, bahwa untuk melakukan pengembangan dana bergulir dari masyarakat tersebut, Bapemas mengadakan workshop dan pelatihan bagi perempuan yang diambil dari masing-masing desa. Dikatakan juga oleh Edy, melalui kelompok kerja (Pokja) Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas), Bapemas melalui Bidang PPM menggagas program pelatihan para pengurus kelompok SPP dalam rangka mengoptimalkan sumber daya-sumber daya yang ada. Ini dilakukan, ungkapnya merupakan tindak lanjut dari gebyar PNPM yang dilaunching oleh Bupati Jember, MZA Djalal, dimana selain menyalurkan dana bergulir kepada masyarakat, Bapemas juga akan melakukan penguatan dalam bentuk pemanfaatan sumber daya, seperti kerajinan tangan yang disesuaikan dengan potensi yang ada di daerah tersebut. Dirinya telah melakukan koordinasi dengan pihak Disperindag dan Dinkop UMKM, dimana dari penguatan kelompok-kelompok yang telah dilakukan oleh Bapemas ini, bisa ditindak lanjuti oleh Dinas terkait mulai dari pemasaran sampai dengan penguatan modalnya. “Pada dasarnya Bapemas itu kan hanya melakukan pemberdayaan melalui kelompok-kelompok, untuk tindak lanjutnya silakan dinas terkait, misalnya untuk pemasaran ya Disperindag, untuk pinjaman modal ya Diskop UMKM”, tegasnya.

Edy sangat berharap jika kelompok-kelompok masyarakat ini bisa dikembangkan oleh Dinas-dinas terkait, maka bisa lebih kompetitif, dimana produk yang dihasilkan tidak hanya untuk keperluan pasar lokal, akan tetapi bisa untuk memenuhi pasar Nasional bahkan Internasional.

Yang pada akhirnya, Edy sangat berharap di Kabupaten Jember ini muncul desa-desa produktif yang sama seperti yang dilakukan oleh Desa Balung Tutul. Dan ini, lanjutnya, tidak bisa dilakukan oleh satu Instansi saja, akan tetapi perlu dukungan oleh Insatansi lain yang berkaitan dengan penguatan masyarakat.

Ditambahkan pula oleh Kabid PPM Bapemas, Mukhair Djauhari, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengarahkan masyarakat yang tergabung dalam SPP tersebut untuk benar-benar memanfaatkan dana bergulir yang dipinjamnya. Diharapkan, agar ketua kelompok bersama anggota kelompok dalam rangka mengembangkan kelompoknya masing-masing. Mukhair juga berharap dari 3 kelompok yang diambil oleh Bapemas ini benar-benar memnafaatkan kegiatan pelatihan tersebut, dengan harapan ketiga kelompok ini bisa menularkan ilmu yang didapatnya kepada kelompok lain.

Sama halnya yang disampaikan oleh Ketua Kelompok RBM, Saiful Anshori, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Bapemas ini merupakan pemenuhan kebutuhan lokal melalui penguatan kelompok SPP dalam program PNPM ini. Dimana tujuannya adalah mengoptimalkan kelompok-kelompok berdasarkan potensi yang dimilikinya, termasuk bagaimana proses pengemasan serta proses pemasaran dari produk-produk yang dihasilkan oleh kelompok-kelompok tersebut. Dikatan juga oleh Saiful bahwa untuk pelatihan pengembangan produk kelompok ini ada sekita 70 orang peserta yang diambil dari 26 Kecamatan. (tgh/humas)

No Response

Comments are closed.