Berikan Bantuan ke Pedagang, Bupati Beberkan Visi Pengelolaan Pasar

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., membeberkan visi Pemerintah Kabupaten Jember terkait dengan keberadaan pasar tradisional. Pemaparan berlangsung di Tamyaloka Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (15/1/2018).

“Di dalam 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati, ada janji kedelapan yaitu merevitalisasi pasar tradisional,” kata Bupati di hadapan puluhan pedagang Pasar Kencong yang menerima hibah bantuan sosial.

Lebih jauh dijelaskan, di Kabupaten Jember terdapat 70 pasar rakyat. Revitalisasi tahun ini akan menuntaskan 30 pasar rakyat yang berada di kecamatan-kecamatan. Satu pasar induk juga mendapat sentuhan revitalisasi.

“Ini merupakan upaya menyatukan cita cita perubahan Kabupaten Jember, termasuk urusan pasar, urusan nasib pedagang. Pedagang perlu mengetahui bagaimana visi kedepan Kabupaten Jember,” tegas bupati.

Pengelolaan Pasar Kencong kedepan, masih kata Bupati, sesuai SK Bupati tahun 2013 tentang Pasar Kencong Baru sebagai pasar Pemerintah Kabupaten Jember, maka pada tahun 2018 akan ditempatkan petugas dari Disperindag.

“Petugas dari Disperindag yang akan mengelola Pasar Kencong yang baru,” jelas perempuan pertama Bupati Jember ini.

Langkah yang diambil selanjutnya yaitu pembenahan manajemen keuangan. Pembenahan ini dengan menerapkan e retribusi sebagaimana telah diterapkan di tiga pasar rakyat.

Selain itu, para pedagang akan mendapatkan kartu pedagang yang berguna untuk membayar retribusi pasar.

Pembayaran retribusi yang lancar, lanjut Bupati, akan membuat pedagang mendapatkan fasiliatas lain termasuk bantuan permodalan dari perbankkan.

Seorang pedagang Pasar Kencong Zainul Arifin menyatakan rasa senangnya dengan upaya Bupati mengambil alih pengelolaan Pasar Kencong.

Bahkan pedagang konveksi ini mendesak segera dilakukan. “Lebih cepat lebih baik, karena itu menguntungkan bagi pemerintah,” kata Zainul Arifin usai menerima bantuan dari bupati.

Zainul Arifin merupakan satu dari sekitar 31 pedagang Pasar Kencong yang mendapatkan bantuan. Bersama ratusan pedagang lainnya, ia menjadi korban kebakaran Pasar Kencong pada tahun 2005.

Penyerahan bantuan langsung oleh Bupati di Tamyaloka Pendapa Wahyawibawagraha. Bantuan disalurkan dalam bentuk buku rekening tabungan Bank Jatim.

Dalam pemaparan bupati diketahui kebakaran yang terjadi pada bulan Agustus kala itu menghanguskan kios milik 699 pedagang. Pemerintah kemudian mendirikan pasar penampungan. Hingga tahun 2008 mendirikan pasar baru.

Tahun 2012, putusan pengadilan atas gugatan clas action pedagang mengamanatkan agar Pemerintah Kabupaten Jember memberikan bantuan berupa dana pembelian kios baru.

Bagi pedagang yang membeli kios baru ukuran 2 x 2 meter, maka semua biaya ditanggung pemerintah. Sementara pedagang yang membeli lebih dari ukuran tersebut mendapat subsidi sebesar 25 persen.

Sebanyak 31 pedagang tersebut merupakan hasil verifikasi terhadap 126 pedagang yang belum mendapatkan bantuan. Beberapa pedagang tidak lolos verifikasi karena banyak hal, diantaranya telah menjual kartu dagangnya sehingga kehilangan hak untuk mendapatkan bantuan.

Kepada wartawan Bupati menjelaskan bahwa pemberian bantuan kepada 31 pedagang tersebut merupakan tahap kelima dan terakhir. Dana yang disiapkan dalam APBD 2017 sebesar Rp. 3,7 miliar, namun terpakai sebesar Rp. 829 Juta.

Bantuan ini boleh digunakan sesuai keputusan pengadilan seperti melunasi kios. “Bantuan diberikan digunakan untuk peruntukannya juga agar menambah semangat dan menambah kesungguh-sungguhan dalam berusaha,” tegas bupati. (mutia/*f2)

 

No Response

Comments are closed.