Berikan Sertifikat Perijinan, Bupati Ajak Perkuat Ekonomi Lokal

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menyerahkan sertifikat perijinan kepada 28 pengusaha dan lembaga pendidikan.

Saat penyerahan yang berlangsung di ruang Tamyaloka Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (29/01/18), Bupati mengajak para pengusaha untuk memperkuat ekonomi lokal.

“Sejatinya perusahan bisa tumbuh karena konsumen orang lokal. Jika ekonomi orang lokal baik, maka customer akan baik, perusahan pun akan baik,” ujar Bupati.

Perhatian kepada ekonomi lokal itu menjadi salah satu pesan bupati kepada para pengusaha. Untuk ini memerlukan komitmen terhadap produk lokal.

Dua puluh delapan sertifikat ijin ini meliputi delapan jenis ijin. Rinciannya, 6 surat ijin lokasi, 5 surat ijin pendirian Sekolah Menengah Pertama(SMP), satu Surat Ijin operasional rumah sakit.

Berikutnya tiga ijin pendirian Taman Kanak-kanak (TK), 3 pendirian PAUD, satu Pendirian Taman Penitipan Anak (TPA).

Sertifikat ijin lainnya yakni satu ijin Penyelenggaraan LKP (Lembaga Kursus dan Pendidikan) baru, serta 8 surat ijin penyelenggaraan reklame tetap yang merupakan perpanjangan ijin sebelumnya.

Pemberian sertifikat secara langsung, masih kata Bupati, karena untuk memastikan sertifikat tersebut diterima masing-masing.

Lebih jauh Bupati menjelaskan, ada komitmen yang harus dipenuhi oleh perusahaan baru kepada pemerintah.

Pertama, harus merekrut tenaga kerja asal Jember. Tenaga kerja ini yang memiliki kartu kartu kuning, agar tidak terjadi pengambilan tenaga kerja dari perusahaan baru. Pemerintah pun siap memfasilitasi perekrutan tenaga kerja tersebut.

Komitmen berikutnya yakni ramah terhadap difabel. Hal ini juga berlaku bagi lembaga pendidikan.

Bupati mengungkapkan, ada tim monitoring secara berkala kepada perusahan yang diberikan ijin sebagai upaya untuk memastikan komitmen yang telah disepakati. Apabila komitmen dilanggar akan dilakukan tindak lanjut.

Terkait Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Bupati mengungkapkan pelayanan yang baru ini berjalan semakin baik.

Perbaikan pun terus dilakukan, salah satunya memberikan kepastian tanggal masuk dan keluar surat pengajuan perijinan.

Kepada wartawan, Bupati menyatakan banyaknya reklame atau iklan yang tidak memiliki ijin dan tidak terdata di Pemkab sangat merugikan pemerintah daerah.

Apalagi ternyata reklame tak berijin itu membayar ke oknum. Terkait ini, Bupati mengajak semua elemen untuk melawannya.

“Lawan penyalahgunaan itu. Karena itu penghianatan kepada Kabupaten Jember, penghianatan kepada rakyat Jember,” pungkasnya. (mutia/*f2)

 

 

No Response

Comments are closed.