Download Logo HUT RI 72

Bertemu Guru Ngaji, Bupati Nyanyi Rindu Surga

HUT RI 72

Pembagian insentif guru ngaji di Ponpes Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah, Minggu (18/06/2017), sedikit berbeda. Bupati, Kajari, dan Dandim didapuk bernyanyi oleh pengasuh pondok KH. Lutfi Achmad.

“Siapa yang bisa mengukur kebenaran? Yaitu orang orang yang merindukan surga,” kata KH. Lutfi Achmad menjelaskan isi syair lagu berbahasa arab. Judul lagunya “Orang orang yang merindukan surga.”

Begitu naik panggung, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., langsung didapuk bernyanyi. Diikuti oleh Dandim dan Kajari. Karena lagu dalam bahasa arab, KH Lutfi Achmad menjadi pemandu lagu.

Pembagian insentif guru ngaji yang dikemas dalam acara silaturahmi bersama guru ngaji itu menghadirkan guru ngaji dari enam kecamatan. Mulai dari Silo, Mayang, Pakusari, Mumbulsari, Tempurejo, dan Jenggawah. Jumlahnya mencapai 2.690.

KH. Lutfi Achmad dalam sambutannya sebagai tuan rumah menyampaikan dana yang diterima guru ngaji bukan honor.

“Ini bukan honor. Tdak pantas diberi honor, karena jenengan bekerja secara ikhlas,” ujarnya. “Ini adalah penghargaan pemerintah daerah kepada jenengan,” tegas KH Lutfi Achmad.

Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Rudianto yang mendapat kesempatan pemaparan menjelaskan peran guru ngaji.

Pertama, meletakkan dasar moral. Adab kepada orang tua, guru, dan lainnya. Kedua, menjadi teladan. “Memang guru ngaji harus menjadi teladan. Karena anak lebih menggunakan panca inderanya,” tuturnya.

Ketiga menyampaikan ilmu, akidah ibadah, akhlak, takdir, sejarah, dorongan untuk berpikir. “Dorong anak anak untuk berpikir tentang alam sekitar,” imbuhnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekarang insentif guru ngaji masuk pagu atau anggaran dinas pendidikan.

“Jadi bapak ibu guru ngaji bisa menerima insentif setiap tahun,” jelasnya. Sebelumnya, insentif guru ngaji termasuk hibah bansos, sehingga guru ngaji tidak boleh menerima secara terus menerus.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., menegaskan bahwa guru ngaji bagian penting dalam pembangunan. Sementara insentif guru ngaji merupakan realisasi 22 janji kerja Bupati dan Wakil Bupati.

Bupati pun menekankan keinginan agar guru ngaji mendapatkan insentif setiap tahun. Pada tahun lalu, guru ngaji harus mengisi formulir karena dahulu termasuk hibah bansos yang tidak boleh terima terus menerus.

“Saya ingin guru ngaji dapat terus setiap tahun,” ungkap Bupati. Total insentif yang akan diterima guru ngaji sebesar Rp. 1.230.000 yang dicairkan dalam tiga tahap. (*f2/Mutia/Izza)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.