Jember Kota Pandhalungan

Bertukar Pengetahuan, Bupati Bone Bolango Apresiasi Kreatifitas Seniman Jember

Kunjungan Bupati Kabupaten Bone Bolango Sulawesi ke Kabupaten Jember bersama dua orang perwakilan SKPD dari Bone Bolango Sulawesi bertujuan menambah ilmu dan pengetahuan seputar budaya seni dan juga produk lokal yang telah berkembang baik di Kabupaten Jember.

Bupati Bone Bolango, H. Hamim Pou SKom bersama rombongan ditemui langsung oleh Wabup Jember, Drs. Kh. A. Muqit Arief, Asisten Tata Praja, Drs. Sigit Akbari dan juga Ir Maskur selaku kepala Dinas Perkebunan dan kehutanan kabupaten Jember, di aula Pemkab Jember, Senin (18/7/2016)

Sebelum acara di mulai Bupati Bone Bolango di siapkan sebuah video dokumenter kilas Jember, beliau tertarik dengan panorama pantai Payangan yang akan di kembangkan oleh Bupati dan Wabup Kabupaten jember.

Kabupaten Bone Bolango sulawesi ini baru berdiri 13 tahun lalu dan tujuan Bupati Bone Bolango ke Jember dengan alasan yang mengindentikkan pada JFC yang telah menjadin peringkat ke empat sedunia beserta juga pengembangan kopi khas jember yang telah booming.

“Kita ada kopi organik yang sedang kita kembangkan selama dua tahun terakhir ini. Dan yang ingin kami kejar pak Wabup tentang sejauh mana perkembangan kopi di Jember kemudian juga karnafalnya juga pengembangan pariwisatanya.” Tanya Bupati Hamim Pou.

Bone Bolango juga memiliki ciri khasnya yaitu kain karawo yang di cetak di desain tidak dengan mesin melainkan dengan tangan, pantai untuk snorkling, juga 8 ekor paus jinak yang berperan di iklan salah satu produk minuman.

Perkembangan kopi di jember menurut Wabup Jember. Ada kopi rakyat dan juga perkebunan kopi yang memang milik perusahaan daerah PDP, memang sekarang sedang kami galakkan untuk bagaimana produk lokal ini menjadi pilihan pertama bagi masyarakat jember.” Jelasnya.

Kebetulan air mineral yang dihidangkan pada rapat sore tadi ialah air mineral Hazora yaitu produk dari PDAM jember. “Selama produk lokal masih ada kami tidak akan mengambil dari produk luar dan kami ada pengembangan kawasan ekonomi kawasan dengan kabupaten sekitar dengan Banyuwangi , Bondowoso sehingga nanti misal produk di Jember membutuhkan kami akan mengutamakan dari kawasan itu.” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Tata Praja menyampaikan, bahwa diawali dari kabupaten Jember kemudian diikuti oleh banyak kabupaten tapi tidak khawatir karena yang mengawali yang biasanya di kenal dan tentunya kita bisa melestarikannya sampai 13 tahun ini dan terus berkembang karena bukan kita yang menciptakan tapi semua itu dari masyarakat. JFC ini di buka pendaftaran bagi masyarakat khususnya pelajar dan juga mahasiswa mereka mendaftarkan sendiri sehingga nanti calon hampir mencapai 1000 orang nanti kita ajari jadi seniman-seniman, designer-designer dari kabupaten jember ini mengajari teori-teori kepada mereka untuk merancang designernya sendiri jadi yang mereka kenakan adalah rancangan dari mereka sendiri.

“Bukan merancang pakaian mewah tapi menggunakan yang ada di sekitar kita yang membuat berkembang dari tahun ketahun. Banyak juga perkebunan di jember, terkait dengan wisata kebanyakan wisata alam yang di sekitar perkebunan atau di pantai dengan perkembangan pariwisata ini terdapat sedikit kendala tapi dengan koordinasi yang baik tentunya kita harus bekerjasama dengan perkebunan untuk bisa menembus jalur itu dan menggarap bersama-sama untuk bisa menjadi wisata yang menarik.

Pada kesempatan yang sama, Ir maskur selaku Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan juga menyampaikan seputar perkebunan di Jember. “Kopi rakyat di kabupaten Jember kurang lebih luasnya 7000-8000 hektar. Umumnya di kabupaten Jember ini yang ditanam adalah robusta, karena memang dari ketinggiian tempat untuk arabica tidak memungkinkan tetapi dengan adanya perkembangan tekhnologi sudah berjalan 4-5 tahun terakhir ini kami juga mencoba untuk arabica asli penemuan dari kabupaten jember.” Terangnya. Alhamdulillah sekarang sudah memproduksi dan dua tahun terakhir sudah mulai di ekspor. “Kami mencoba mengalirkan menjadi kopi organik dan ini sudah berjalan dua tahun dan juga terdapat acara di lapangan bagaimana membentuk kopi organik.” Imbuhnya.

Dulu kopi yg di jual ke daerah lain dalam bentuk mentahan itu dan sekarang di kembangkan pupuk dengan packeging yang tidak kalah dengan kapal api.

Sudah tidak memalukan. Termasuk juga yang di perusahaan daerah yang dulu hanya di bungkus apa adanya dan sekarang sudah sangat bagus packegingnya. Dan di warung kopi itu ada saatnya mengkonsumsi kopi produk jember.

Seusai berbagi ilmu antara satu sama lain Wabup Jember memberikan cinderamata kepada Bupati Bone Bolango. “Saya sangat bangga dan senang bisa belajar ke Jember, saya apresiasi kepada kreatifitas seni di Jember, budayanya juga, banyak yang kita dapat dari kunjungan ini.” Tuturnya.(Mutia, Izza)

No Response

Leave a reply "Bertukar Pengetahuan, Bupati Bone Bolango Apresiasi Kreatifitas Seniman Jember"