Jember Kota Pandhalungan

Budaya Pandhalungan Semarakkan Car Free Day

Car free day pagi ini, Minggu (12/6/2016) disemarakkan dengan berbagai penampilan seni budaya dari kota Pandhalungan Jember. Keahlian dan ketrampilan menampilkan seni budaya dan permainan tradisional Pandhalungan tersebut ditampilkan para anggota komunitas belajar masyarakat Tanoker, Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Tanoker yang berarti kepompong merupakan bahasa Madura, menjadi salah satu destinasi wisata baru. Dimana saat ini sedang naik daun dan menasional. “Komunitas belajar masyarakat tersebut banyak diisi anak-anak dari masyarakat awam yang orang tuanya kebanyakan buruh migrant atau TKI, bekerja ke luar negeri,” terang Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, yang juga nampak hadir sambil berolahraga di seputar alun-alun Jember.

Anak-anak yang memiliki ketrampilan dan keahlian memainkan alat musik dan permainan tradisional ini, dengan lincah dan trampil memainkan dan mempertunjukkan dihadapan tim safari ramadhan SCTV yang pagi tadi mampir ke Jember. Tim safari ramadhan SCTV sendiri, mampir ke Jember untuk melakukan beberapa liputan ramadhan hingga nanti malam.

Kesibukan masyarakat Jember pada hari Minggu kali ini, memang sedikit berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Selain banyak yang sedang melakukan aktifitas olahraga pagi, sejak usai waktu Shubuh tadi, juga nampak banyak yang datang bukan hanya hendak berolahraga, namun juga ingin menyaksikan langsung tim safari ramadhan SCTV yang mulai semalam sudah berada di alun-alun untuk mempersiapkan liputan beberapa kegiatan ramadhan, termasuk diantaranya liputan pertunjukkan ketrampilan anak-anak Tanoker.

“Pagi ini sungguh meriah, benar-benar menunjukkan miniatur Indonesia di Jember, sebagai kota Pandhalungan, Jember kaya akan budaya, seperti kita liat disini, ada tarian jaranan, musik patrol, tari egrang, dan lainnya,” tutur Bupati Faida ketika diwawancarai tim safari ramadhan SCTV.

Budaya mataraman, madura, dan beberapa budaya lain berkembang pesat di Jember, hingga saat ini juga masih terjaga dan lestari, dipadu dengan seni religi. Hal inilah yang menarik tim safari ramadhan mampir ke Jember. Setidaknya itulah yang disampaikan reporter tim safari ramadhan SCTV, David Rizal.

David mengaku bangga dan senang bisa melakukan liputan di Jember. Karena Jember memiliki segudang seni budaya Pandhalungan. Dan saat ini sedang getol-getolnya mempromosikan diri sebagai destinasi wisata baru, destinasi wisata religi, edukasi dan budaya Pandhalungan, sebagai miniatur Indonesia.

Pada kegiatan pagi ini, Bupati Faida tiba-tiba diminta melakukan salah satu atraksi yang ada. Reporter David memberikan chalange kepada Bupati Faida untuk menari, bermain musik dan berjalan atau menari dengan egrang. “Mana yang ibu bupati bisa lakukan kira-kira dari beberapa pertunjukan ini ?” Tanya David. Dengan tanggap Bupati Faida menyatakan semua bisa. Bupati bertanya balik kepada tim safari ramadhan SCTV mana dulu yang diminta untuk dimainkan.

Pada akhirnya, Bupati Faida mencoba naik egrang. Meski pertama agak canggung, namun selanjutnya dengan lancar bisa naik dan berjalan mengikuti irama yang ada. “Bupati memang multi talent, apa saja bisa,” seru salah satu warga yang sempat mengobrol dengan Bupati sebelum naik egrang, serasa terheran-heran melihat Bupati naik dan berjalan menggunaan egrang dengan lancar.

Acara yang bertemakan Jember Baru Jember Bersatu tadi, berjalan lancar hingga usai acara dengan diiringi musik patrol, dan tarian jaranan dari sanggar Kartika Budaya Ambulu, dan diramaikan juga dengan kelompok olahragawan sepatu roda, skate board dan lainnya. (Mutia)

No Response

Leave a reply "Budaya Pandhalungan Semarakkan Car Free Day"