Bupati Ajak Bea Cukai Buat MoU untuk Meraih Prestasi

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., mengajak Kantor Bea Cukai Kabupaten Jember untuk membuat nota kesepahaman, agar urusan bea cukai menjadi urusan bersama.

Selain itu, dengan nota kesepahaman itu, diharapkan Kantor Bea Cukai meraih prestasi sebagaimana instansi vertikal lainnya yang ada di Kabupaten Jember.

“Saya kira kita perlu membuat MoU (memorandum of understanding / nota kesepahaman), bagaimana (bea cukai) menjadi tanggung jawab bersama, urusan bea cukai ini menjadi sinergisitas program kita,” kata Bupati Faida, Minggu malam (17/12/2017).

Sinergisitas Pemkab Jember dengan Kantor Bea Cukai Jember diawali dengan menggelar The Festival Tobacco and Coffee Jember, yang digelar sejak 15 Desember di Roxy Mall.

Festival yang digelar selama tiga hari ini berkat kerja sama Pemkab Jember melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Bea Cukai Kabupaten Jember.

Sinergisitas ini harus berlanjut. “Bukan hanya waktu festival, tetapi menjadi suatu kebersamaan dalam meraihnya,” Bupati dalam sambutan penutupan festival tembakau dan kopi.

Kantor Bea Cukai Jember selama ini berkantor di Panarukan, Situbondo. Awal tahun 2018 direncanakan pindah ke Kabupaten Jember.

Kebersamaan yang dituangkan dalam MoU itu nantinya akan berbuah prestasi. “Karena terbukti kantor-kantor vertikal di Jember ini semuanya meraih juara nasional. Jadi bea cukai disini boleh masuk Jember kalau bertekad jadi juara,” ucap Bupati seraya tersenyum.

Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Kabupaten Jember Tubagus Firman Hermansyah mengungkapkan alasan kepindahan kantor dari Panarukan ke Jember.

“Salah satunya, Jember memiliki kantor vertikal yang lengkap. Ada kantor pajak, kantor KPPN, KPKNL,” tuturnya.

Di Jember juga banyak kantor vertikal yang bisa diajak kerjasama. Faktor lainnya, karena banyaknya pelaku usaha seperti UKM.

Tubagus menyatakan, selama tiga hari di Jember dimanfaatkan maksimal untuk mengeksplorasi potensi potensi yang bisa dikerjakan oleh Bea Cukai.

“Pimpinan kami menginginkan kami tidak duduk diam di kantor menunggu stakeholder datang ke kantor. Kami diminta untuk turun ke lapangan melihat kondisi pelaku pelaku ekonomi,” ungkap Tubagus Firman.

Ia menyampaikan komitmen Bea Cukai dalam membasmi peredaran rokok ilegal. “Survei tahun 2017, sekitar 20 persen rokok ilegal beredar di Jember, secara nasional,” kata Tubagus Firman.

Apabila bisa memotong 20 persen itu, maka bisa untuk kepentingan negara dan kebutuhan masyarakat Jember. (*f2)

No Response

Comments are closed.