Jember Kota Pandhalungan

Bupati Ajak BPJS Ketenagakerjaan Ngantor Didesa

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., mengajak Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Cahyaning Indriasari untuk ngantor didesa bersama seluruh pejabat yang menangani pelayanan masyarakat. “Selama ini kami, sudah ngantor didesa bersama seluruh pejabat yang menangani pelayanan masyarakat, hanya BPJS Ketenagakerjaan saja yang belum ikut,” tutur Bupati pada saat peresmian kantor BPJS Ketenagakerjaan yang baru, Kamis (2/6/2016).

Bupati Faida tidak hanya mengajak untuk ngantor bersama didesa, melakukan pelayanan on the spot kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan. Namun juga mengajak untuk membuat pilot project berupa tuntas satu desa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seperti halnya yang sudah dilakukan oleh Bupati bersama Kantor Pertanahan, dan berapa instansi lainnya.

“Kita punya program dan sinergitas dengan intitusi lainnya untuk masyarakat kita, sebagai contoh penuntasan satu desa dengan sertifikat tuntas, Insyaallah nasional baru kali ini, satu desa semua bersertifikat, demikian juga dengan pelayanan lainnya, mari kita lakukan untuk masyarakat,” imbuhnya.

Dari 249 desa yang ada, pasti bisa dipilih salah satu sebagai pilot project dengan menuntaskan pelayanan didesa tersebut. Baik itu pelayanan administrasi kependudukan atau yang lainnya. Ada pintu masuk lain lagi selain itu, di Jember sudah mempunyai program pemberian Kartu Nelayan sebanyak 7000 kartu nantinya. “Ini juga sebagai pintu masuk, untuk menjamin kesehatan ataupun keselamatan nelayan, dan semua itu tergantung seorang pemimpin, karena sejatinya pemimpin itu adalah kepala marketing,” tuturnya.

Peresmian Kantor baru BPJS ketenagakerjaan oleh bupati jember dr. Hj. Faida, MMR., siang tadi juga langsung dihadiri oleh Cahyaning Indriasari selaku Kepala BPJS ketenagakerjaan Cabang Jember, Direktur Umum dan SDM Ketenagakerjaan, Naufal Mahfur. Ka. Kanwil BPJS Naker Jatim, Abdul Kholik, Ka. Divisi Pengolahan Aset dan Pelayanan Umum BPJS Ketengakerjaan, Lakmil Brama serta tamu undangan lainnya.

Pembukaan acara peresmian diawali dengan ditampilkannya tarian enggrang dari komunitas tanoker serta fashion show ala batik noto hadi negoro, sehingga membuat peresmian tersebut meriah. Bangunan Kantor BPJS Ketenagakerjaan yang baru, berdiri diatas luas tanah 2.800 M2 dan luas bangunan 800 M2, dengan tujuan dibangunnya guna untuk mensejahterakan masyarakat jember khususnya para pekerja yang terdaftar di BJPS ketenagakerjaan.

“Kami membangun komitmen untuk memberikan pelayanan yang nantinya masyarakat jember dapat terpuaskan sesuai dalam UU No.24 tahun 2011 dimana bpjs di berikan tugas oleh negara untuk menberikan perlindungan terhadap pekerja yang melalui 4 program yaitu jaminan kecelakaan kerja, jamina hari tua, jaminan kematian, jaminan pensiun,” Jelas Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember.

Asuransi yang di mulai pada bulan april 1978 yang namanya masih Perum Aspek berganti masa menjadi Jamsostek dan sekarang menjadi BPJS ketangakerjaan, beroperasi di Jember selama 38 tahun. Dan sesuai data yang ada hingga bulan Mei ini perusahaan yang terdaftar di kantor BPJS ini kurang lebih 3.902 perusahaan dengan jumlah pekerja yang menjadi peserta sekitar 49. 622 pekerja untuk yang pekerja informal sekitar 10.833. Pada akhir Mei ini iuran yang sudah tercapai oleh BPJS 27,5 M dan membayarkan claim kepada peserta sekitar 2,45 M. (Zikin)

No Response

Leave a reply "Bupati Ajak BPJS Ketenagakerjaan Ngantor Didesa"