Bupati Ajak RT RW Jadi Marketing Produk Lokal

Peran serta RT RW sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan program, sangat memiliki pengaruh. Karena dari seorang Ketua RT atau RW, semua sosialisasi program pemerintah akan sampai pada masyarakat luas.

Kenyataan ini disadari betul oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR. Oleh karenanya, selain berupaya menaikkan honornya, dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu, bupati juga menitipkan pesan sekaligus meminta kepada Ketua RT RW, untuk ikut mempromosikan produk lokal Jember. “Kalau perlu di rumah RW atau RT diberi tulisan, ‘Di sini sedia produk Jember’,” ujar Bupati Faida, di hadapan Ketua RT RW, yang hadir dalam acara Silaturahmi/Konggres RT RW di Ponpes Al Qodiri 3, Gumukmas, Rabu (6/12/2017).

Bupati menjelaskan berbagai produk yang dihasilkan UMKM Jember kualitasnya tidak kalah dibanding produk dari daerah lain. “Gula produk Jember, air mineral produk Jember, kan petaninya sejahtera, warungnya sejahtera. Kalau enggak, duitnya mabur keluar Jember,” jelas Bupati Faida.

Keanekaragaman produk lokal ini, lanjut bupati, akan bisa berkembang dengan baik, kalau orang Jember sendiri punya kepedulian untuk ikut mempromosikan sekaligus menggunakan atau membelinya. “Siapa yang bisa gerakkan, ya bupati, camat, kepala desa, RT RW. Sanggup apa tidak ?,” tanya Bupati Faida, yang dijawab “Sanggup” oleh seluruh Ketua RT RW, yang hadir dalam acara Silaturahmi/Konggres RT RW itu.

Diimbau, sebaiknya masyarakat Jember kalau membeli batik, tidak membeli dari luar kota. Masyarakat Jember sebaiknya membeli produk lokal yang diantaranya sudah berkualitas ekspor. “Sampean kan gak tahu kalau produk lokal Jember ada yang diekspor ke Jepang. Membeli terasi saja kok keluar kota, tidak usah beli terasi ke Sidoarjo. Orang Sidoarjo beli terasi Puger, itu baru cocok,” ucap Bupati.

Demikian halnya dengan hasil perkebunan yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga sangat menarik layaknya kopi bubuk produksi pabrikan besar. Menurut Bupati, sudah seharusnya dikonsumsi masyarakat dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

“Ada kopi, Kopi Kahyangan, kopi De Silo, kopi Mengkudu. Ada sabun coklat, ada juga Koplak (kopi salak),” papar Bupati.

Untuk koplak, menurut bupati, merupakan satu-satunya kopi yang diolah dari biji salak, dan itu hanya ada di Jember. “Koplak ini kopi salak. Itu cuma ada di Jember. Ada juga Kurma Salak. Mie nya juga sudah ada (Sedap M1), minyak goreng juga sudah ada, belut olahan juga ada, pastel Lele ada, semua sudah ada di sini,” jlentreh Bupati. (Izza, Indra GM)

No Response

Comments are closed.