Bupati Akan Siapkan Fasilitas untuk Lansia di Area Publik

Besarnya jumlah penduduk yang masuk kategori lanjut usia (Lansia) di Kabupaten Jember, memaksa pemerintah setempat untuk memberikan perhatian ekstra atas keberadaannya. Karena paling tidak, para sepuh ini jangan sampai menjadi kelompok masyarakat yang tidak produktif yang selalu merasa kesepian dan tidak di pernah ujar.

Mereka diharapkan tetap produktif di usianya yang sudah tidak muda lagi. Oleh sebab itu, dalam rangka memberi kesempatan kepada para lansia, Pemkab Jember melalui Dinas Sosial, akan segera membentuk Karang Wreda di setiap desa dan kelurahan.

Dengan dibentuknya karang werda di setiap desa dan kelurahan, diharapkan para lansia bisa mendapatkan perhatian. Baik dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, serta bantuan dan tempat untuk berinteraksi maupun pelatihan-pelatihan.

Lebih dari itu, Pemkab Jember, bahkan juga akan memberikan fasilitas sarana prasarana di setiap area publik untuk lansia. Baik itu di alun-alun atau di setiap desa.

Sehingga dengan begitu, para lansia di Jember tetap bisa beraktifitas yang produktif. “Jumlah lansia di Jember tergolong cukup besar, ada sekita 10,9 persen atau sekitar 200 ribu lebih penduduk di Jember masuk dalam kategori lansia dengan usia di atas 60 tahun,” ujar Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., dalam acara Sosialisasi Karang Wreda di Pendopo Wahya Wibawagraha Jember, Selasa (7/11/2017).

Pemerintah menurut bupati, sangat berkepentingan terhadap keberadaan para lansia, dalam arti agar mereka tetap memiliki semangat untuk terus berkarya dan tidak merasa kesepian atau ditinggalkan di usianya yang sudah sepuh.

“Karena itu, dengan banyak lansia, pemerintah perlu memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan tentang pentingnya wadah untuk lansia berupa karang werda,” tandas Bupati Faida.

Dijelaskan, bahwa Lansia itu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok potensial dan tidak potensial. Keberadaan lansia kelompok potensial ini, kalau tidak diberdayakan akan menjadi masalah tersendiri di kemudian hari, begitu juga dengan lansia yang tidak potensial.

Oleh karena itu, dengan adanya pelatihan ini, diharapkan bisa memberikan manfaat yang besar bagi lansia. “Mulai dari desa, harus ada sarana prasarana untuk para lansia, ada tempat untuk bertemu dengan temannya semasa muda, maupun tempat untuk berdiskusi, karena lansia akan senang ketika bertemu dengan sebayanya, dengan adanya Karang Wreda, mereka akan tau kemana bisa bertemu dengan temannya,” jelas Bupati.

Untuk pembentukan Karang Wreda, karena di Jember ada sebanyak 248 desa dan kelurahan, maka akan dilakukan pendataan. Mengingat tidak semua desa memiliki Karang Wreda atau sarana untuk lansia, ada yang lebih dan ada yang belum memiliki pengurus Karang Wreda sama sekali.

Bagi kecamatan yang belum memiliki Karang Wreda, bupati mengimbau, agar segera membentuk. Idealnya satu desa satu Karang Wreda. “Jangan kurang dan jangan lebih, sehingga pendampingan maupun pengelolaan kurang optimal,” imbuh Bupati Faida. (Indra GM)

No Response

Comments are closed.