Bupati Apresiasi Batik Bermotif Pesawat Terbang

Bupati Jember, dr. Hj. Faida. MMR, sangat mengapresiasi dibuatnya batik dengan motif pesawat terbang. Karena yang demikian itu, menunjukkan sebuah upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Apapun bentuk dan kegiatan yang dilakukan yang mengarah pada pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi kerakyatan serta mengembangkan warisan budaya leluhur, seperti batik, dinilainya, sebagai hal yang positif dan harus diapresiasi. Karena itu perlu didukung, agar bisa berkembang lebih baik.

“Tapi sekarang perlu dikombinasikan dan di sinergikan. Saya mengapresiasi adanya ide membuat batik dengan motif pesawat terbang,” ujar Bupati Faida, menjawab pertanyaan wartawan soal pembuatan batik bermotif pesawat terbang yang dibuat pembatik Jember.

Bupati menyatakan, pembuatan batik dengan motif pesawat terbang, bisa diartikan sebagai suatu semangat yang positif, karena Jember akan mengembangkan bandaranya untuk menjadi embarkasi umroh dan haji. ‘Dimana pelayanan umroh dan haji akan di sini (Bandara Notojadinegoro), maka batik dengan motif pesawat terbang menunjukkan, bahwa masyarakat pengrajin batik adalah masyarakat yang optimis,” ucap bupati.

Karena itu, dengan tegas bupati menyatakan, pihaknya akan lebih berpihak, sekaligus mendukung siapa saja yang memiliki optimisme dalam upaya memajukan Kabupaten Jember. “Kita lebih pro kepada orang yang optimis, karena negeri ini bisa maju bila diurus dan ditangani oleh orang-orang yang optimis termasuk batiknya,” tegas bupati.

Bupati yakin, batik dengan motif-motif baru, pesawat terbang, yang dibuat perajin batik Jember, bisa memiliki pasar tersendiri yang belum digarap oleh pasar lain. ” Saya melihat masyarakat Jember memang kreatif. Jember ini memang kota kreatif, dengan bukti Kota Karnaval disematkan di Jember, dan itu tidak bisa, jika tidak diisi dengan orang kreatif,” tandasnya.

Kreatifitas yang semakin tumbuh subur di kalangan masyarakat di Jember, pada gilirannya nanti akan juga diikuti bisnis-bisnis kreatif pula. Terlebih kegiatan festival di Jember saat ini sudah diatur sedemikian rupa dan disinergikan dengan program pemerintah.

“Marketing akan lebih baik dari pada sebelumnya. Oleh karenanya, ini menjadi sarana bagi produk-produk kreatif Jember untuk menembus pasar lokal, regional, nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Mengenai pengembangan Bandara Notohadinegoro yang sangat diharapkan masyarakat Jember, sesuai dengan keputusan Presiden Jokowi, nantinya paling sedikit akan melayani tujuh setengah juta penduduk Jember dan sekitarnya. “Tapi ada beberapa pihak yang juga pesimis dengan keputusan Presiden untuk menjadikan Jember menjadi embarkasi umroh dan haji,” pungkas bupati. (Indra GM, Izza, Mutia, *f2)

No Response

Comments are closed.