HUT TNI 71

Bupati dan Wabup Audiensi Bersama Musyawarah Antar Gereja

Berlangsung di ruang rapat Pemkab Jember, audiensi Musyawarah Antar Gereja (MAG) Kabupaten Jember dengan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup) Jember Drs. KH. A. Muqit Arief bersama sejumlah Kepala SKPD terlaksana kemarin sore, Jumat (23/12/16).

Dalam audiensi dibahas tentang Kemenkum HAM dan kesiapan hari Natal di Kabupaten Jember. Disamping itu, juga membahas tentang ketentuan dari Permendagri untuk hibah bansos yaitu anggaran Pemerintah di bagikan kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan menyelenggarakan sebagian daripada Pemerintah, jadi proposal yang di kirimkan untuk mengambil peran di Pemerintah.

Dan untuk fasilitas ambulan sulit di realisasi karena sudah adanya program Pemerintah satu Desa satu ambulan karena angka kematian bayi dan ibu yang cukup besar. Menyangkut hibah, hibah tidak dapat di ulang-ulang jika ada jeda masih bisa di pertimbangkan, untuk pengajar bina iman 25 orang non muslim yang mendapatkan bantuan untuk guru ngaji dengan 21 nasrani dan 4 orang hindu yang masih di pilih oleh Bupati dan Wabup karena belum ada rekomdasi kriteria bina iman dari MAG yang layak mendapatkan bantuan.

“Orang-orang yang benar mengabdikan diri pada keimanan, yang tidak terikat dengan lembaga lain maupun pensiunan.” terang Bupati.

Sementara itu, paparan dari MAG berisikan susunan kepengurusan masyarakat antar gereja (MAG) Kabupaten Jember 2016 berdasarkan hasil musyawarah bulan juli 2016, dengan legalitas formal sebagai organisasi secara vertikal ke Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jawa Timur. Keanggotaan meliputi gereja katolik dan kristen yang berjumlah 73 gereja se-Kabupaten Jember dengan jumlah terbanyak di Desa atau Kecamatan.

Dana hibah pemerintah daerah mulai dari 2015 tidak menerima yang sebelumnya mendapat 20 juta. Dan karna dana hibah yang sangat minim, maka biasanya di pergunakan untuk perayaan natal bersama kristen dan katolik, untuk ini MAG meminta kepada Bupati dana bantuan untuk operasional musyawarah antar gereja (MAG) dapat di pertimbangkan lagi dan di ditingkatkan lagi. Sedangkan perayaan natal dan tahun baru MAG memohon supaya Bupati atau Wakil Bupati untuk hadir secara pribadi dan sekaligus memberikan kata sambutan.

Dengan anggaran pembinaan rutin guru bina iman, dijember terdapt 500 lebih guru bina iman dan juga anggaran pengadaan satu unit mobil jenazah, sangat di butuhkan karena jarak tempat pemakaman dari pedesaan kemakam kristen sangat jauh yaitu dengan maksud dana hibah di gunakan untuk memfasilitasi beberapa keperluan fasilitas dan tidak hanya untuk perayaan saja.

Menyangkut perayaan natal di 5 Januari 2017 nanti yang setiap tahunnya dirayakan bersama kristen katolik dengan sipil TNI juga Polri sejak dulu di Aula PB, diharapkqn bosa berlangsung terus menerus. Sudirman yang kemudian pindah di Balai Serbaguna dan pindah karena pendanan maka tahun ini masih menggunakan tempat di edelwis, maka meminta dalam kesempatan ini MAG ingin memohon bantuan kendaraan operasional berupa kereta jenazah untuk mengantar ke pemakaman kristen.

Menurut petunjuk badan Kesra bantuan antar gereja terdapat 10 gereja 2016 yang sudah masuk di DPA untuk mendapat bantuan, kesepuluh gereja yg di DPA yang membawa proposal hanya satu gereja yang bertempat di Umbulsari dan tidak bisa di proses sembilan karena tidak ada proses dasar yaitu proposal namun bisa memberikan proposal harus setelah Januari karena menunggu di sahkannya anggaran.

Wabup Kyai Muqit menyampaikan pendapatnya yaitu untuk guru bina iman Wabup meminta masukan tentang kriteria untuk insentif guru bina iman dan bukan pensiunan, Wabup Kyai Muqit tertarik dengan gerak jalan lintas iman acara Kemenag waktu itu maka diminta untuk di tindak lanjuti, menyangkut fasilitas karena sedang di programkan setiap desa satu ambulan namun jika mobil jenazah akan di gunakan sesuai dengan kebtuhan . (Izza).

No Response

Leave a reply "Bupati dan Wabup Audiensi Bersama Musyawarah Antar Gereja"