Bupati Djalal Meminta Guru Bekerja Keras Dalam Hempitan Sosial

Bupati Djalal memberikan penjelasan di dialog solutif

Setelah beberapa waktu yang lalu dialog solutif di depan kalangan SMPN 1 Mayang, kali ini dialog solutif Bupati Bersama Masyarakat dilaksanakan di depan SMKN 2 Jember, 27/11. Dialog kali ini memang banyak menyerap aspirasi dari kalangan pelajar dan tenaga pendidikan tersebut sangat disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir saat itu.

Bupati Jember, MZA Djalal yang hadir bersama para pejabat SKPD Pemkab Jember, yang didampingi oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) sempat melihat-lihat program perbengkelan yang ada di SMKN 2 Jember.

Dalam sambutannya, Bupati Jember, MZA Djalal, meminta kepada seluruh masyarakat Jember bersama-sama dengan seluruh pejabat Pemkab Jember untuk memantapkan niat dalam hati, agar tetap menjaga kerukunan antar sesama warga Jember.

Akhir-akhir ini, lanjutnya, banyak muncul di televisi dan media massa terjadinya tawuran antar warga, terutama tawuran antar pelajar. Untuk itu, Bupati Djalal meminta agar setiap persoalan yang muncul sedapat mungkin diselesaikan dengan arif dan bijaksana untuk menghindari terjadinya konflik.

Ada tanggung jawab bersama disini, yaitu tanggung jawab pengawasan terhadap prilaku anak-anak sekolah saat ini. Djalal menggambarkan bahwa ada jarak antara sekolah dan rumah yang perlu pengawasan sangat ketat, dimana saat anak-anak seusia sekolah berangkat maupun pulang dari sekolahan yang sangat rawan akan pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan. “kalo ada persoalan jangan diselesaikan sendiri pak, di rembuk sama-sama. Silahkan datang ke kantor saya, kalo ingin solusi terbaik, saya buka setiap hari kamis untuk masyarakat. Mau tanya apa saja, akan saya layani”, tanggapnya. .

Persoalan pelajar dan persoalan-persoalan sosial lainnya merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan bersama pula. Untuk itu, Bupati Djalal meminta kepada semua guru, para pendidik untuk kerja keras di tengah-tengah himpitan sosial. Dirinya juga menegaskan saat ini banyak dari kalangan, baik pengamat ataupun pemerhati pendidikan yang sedikit meragukan kualitas guru. Hal ini banyak disebabkan maraknya tawuran dan kalangan siswa yang terjaring narkoba.

Terlepas dari masalah tersebut, Bupati Djalal juga meminta kepada para guru PAUD, baik PAUD Negeri maupun yang ada di pos PAUD, untuk tidak memberikan pelajaran-pelajaran berat seperti matematika, Bahasa Inggris. Hendaknya, lanjut Djalal, murid PAUD itu diberikan ajaran-ajaran yang berkaitan dengan rasa mencintai sesama, rasa mencintai negara. “muris PAUD itu anak kecil pak, jangan diberikan pelajaran matematika. Itu salah besar. Berikan mereka (Murid PAUD. Red) nilai-nilai bagaimana untuk bisa mencintai sesamanya, diajari mencintai negaranya, diajari bernyanyi lagu anak-anak dan lagu kebangsaan. Biar otak mereka (murid PAUD. red) terekam dan termotivasi untuk semaikin mencintai lingkungan dan sesamanya”, tegasnya.

Dirinya juga meminta agar pembangunan pendidikan di Jember ini merupakan pekerjaan rumah semua pihak yang harus diselesaikan bersama-sama. “pendidikan itu akan berhasil jika semua pihak mau bersama-sama mensukseskan ini”, pungkasnya. (tgh/bds/humas)

No Response

Comments are closed.