Bupati Dukung Kebangkitan Karate Sebagai Peningkatan Kualitas SDM

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., mendukung kebangkitan karate tradisional sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini senada dengan kegiatan Gashuku,ujian dan zone IV dan sertifikasi Karate Tradisional yang bertemakan “Kebangkitan Karate Tradisional sebagai Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Sesuai sistem keolahragaan sebagai induk cabang olahraga prestasi, yang di selenggarakan di Balai  Serbaguna, Gor Kaliwates pagi tadi, Selasa (27/12/2016). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Faida bersama sejumlah kepala SKPD, para pelatih Karate, sensai, sempay, tim penguji dan peserta atau anggota Federask Karate Tradisional Indonesia (FKTI).

Kegiatan tersebut sesuai rencana bakal diselenggarakan dari tanggal 27 – 30 Desember 2016. Hal ini disampaikan Ketua panitia, simpay Gangsar Widodo.

“Kali ini warga Jember diberi kepercayaan menjadi tuan rumah, dengan tujuan melakukan program kerja FKTI pelaksanaan Gashuku, ujian dan zone IV sertifikasi yang mandiri.” Jelas Gangsar.

Dengan peserta 45 orang yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, dan Yogyakarta. Jumlah dari hasil penyaringan dari pemegang sabuk coklat sampai sabuk hitam, karena tidak semua pemegang sabut hitam dan coklat bisa mengikuti acara ini. Sementara itu, Korda Jatim Sensai Sudarsono, menyatakan bahwa satu satunya momentum langka acara cabang olahraga bela diri Karate tradisional dihadiri cabang bela diri lain Karate itu sendiri, dalam rangka pengembangan seni bela diri Karate tradisional, selaku pengurus Karate tradisonal merasa perlu menjalin hubungan dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, instansi, lembaga terkait, dan cabang bela diri lainnya.

Dengan harapan terjalin hubungan yang baik untuk bersama-sama membangun dan mewarnai dunia olahraga di tanah air Indonesia. “Khusus untuk Ibu Bupati Jember disampaikan rasa hormat, bangga, dan terimakasih yang mendalam, tidak saja memberikan dukungan dan perhatian besar di dunia olahraga. Bupati ternyata adalah anggota Karate Tradisional dengan tingkatan sabuk hijau 30 tahun yang lalu, dan masih memiliki semangat berlatih disela kesibukan. Berharap dapat bekerja sama dan mendapat arahan, serta petunjuk Bupati untuk Karate tradisional kedepannya.

Bupati Faida sendiri menyampaikan untuk meningkatkan kualitas kesatria Karate, olahraga bela diri adalah olahraga membentuk jiwa kesatria. “Untuk FKTI telah memilih Jember Sebagi tempat ujian ini suatu kehormatan untuk Pemkab Jember, Jember siap menjadi tuan rumah kegiatan kegiatan selanjutnya.” Terangnya.

Bupati senang karena Peserta nya muda muda banyak, FKTI punya masa depan karena merekrut peserta muda, dan juga mengundang organisasi lain karena sejatinya tidak bisa maju sendiri sendiri. Sejatinya olahraga ini semangat bersama, dan persatuan semangat sportifitasnya ada di semua cabang olahraga, untuk itu perlu dihindari merasa lebih baik satu dengan lainnya.
Buupati berharap untuk bisa menghargai satu sama lainnya ,lebih banyak lagi anak muda di Indonesia yang belajar bela diri ,atas nama Pemkab Jember Bupati haturkan terimakasih sebesar-besarnya kepada panitia acara ini dan peserta, kedepankan jiwa kesatria berolahraga mengasah kemampuan fisik dan integritas menjadi jiwa jiwa yang dibanggakan di bumi Pertiwi.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan dengan memukul gong kemudian acara penampilan atraksi atraksi yang diikuti oleh Bupati Jember . (Izza, Mutia)

No Response

Leave a reply "Bupati Dukung Kebangkitan Karate Sebagai Peningkatan Kualitas SDM"