Bupati Faida Paparkan Rencana Strategi Pembangunan Kesehatan

Masih dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 Jawa Timur, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., memaparkan kebijakan pemerintah daerah di bidang kesehatan.

Bertempat di New Sari Utama, pemaparan itu dalam seminar kebijakan di New Sari Utama, Minggu (3/12/2017).

Seminar mengangkat tema Optimalisasi Kebijakan Pembangunan Nasional di Bidang Kesehatan melalui Rencana Strategi Pembangunan Kesehatan di Daerah.

Seminar dihadiri ribuan peserta, yang terdiri dari kader posyandu, kepala puskesmas dan rumah sakit, Camat, Kades, Kepala Dinas Kesehatan, organisasi profesi kesehatan. Ada juga peserta dari beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan Kabupaten Jember memiliki angka kematian ibu hamil yang tinggi.

“Kematian itu biasa. Tetapi kematian ibu hamil karena kurangnya pelayanan, itu menjadi catatan,” ujarnya.

Ibu hamil di Kabupaten Jember mencapai 40 ribu. Delapan ribu diantaranya termasuk mengalami resiko kematian. “Ibu hamil menjadi perhatian kita,” jelas Bupati.

Pemerintah Kabupaten Jember bertekad menurunkan angka kematian ibu hamil. “Kematian yang semestinya bisa dicegah dengan manajemen yang baik,” ungkapnya.

Salah satu upaya menekan angka kematian ibu diantaranya bank darah di setiap rumah sakit dan puskesmas. “Tahun 2018 adalah target bagi Kabupaten Jember,” jelasnya.

Sementara itu, upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember diantaranya menyediakan pusat rujukan sosial di setiap rumah sakit daerah.

Penyediaan ambulans di setiap desa dan pelayanan kesehatan di masjid setiap hari Jumat. “Waktunya jemput bola,” ungkap bupati.

Pemerintah Jember juga mengeluarkan aplikasi kesehatan anak dan ibu hamil serta menyediakan dua orang pendamping kesehatan tiap desa.

Dijelaskan, pada tahun 2016 setiap puskesmas belum memenuhi 3 dokter. Namun, tahun 2017 tinggal satu puskesmas yang belum memenuhi standar itu, dari 50 puskesmas.

Upaya pembangunan di bidang kesehatan juga dengan melakukan rehabilitasi puskesmas dan menyiapkan Pustu di pesantren, yang jumlahnya mencapai 600.

Selain itu pemerintah menyediakan alat kesehatan canggih di rumah sakit daerah.

Upaya lainnya dengan melakukan efisiensi pelayanan kesehatan di Puskesmas. Pemerintah juga mendorong peningkatan kunjungan sehat maupun mendaftarkan pasien pengguna Surat Keterangan Miskin ke PBID BPJS. Pemerintah juga memperbaiki pelayanan akses untuk difabel di Kabupaten Jember. (izza/*f2)

No Response

Comments are closed.