Bupati Faida : Pokok Berani Tegak Lurus Pemerintahannya, Insya Allah Aman

Operasi Tangkap Tangan (OTT) bagi semua pelaku, pungutan liar, gratifikasi dan lainnya, yang diberlakukan pemerintah, agaknya menjadi momok tersendiri bagi kalangan pejabat pemerintahan. Tak terkecuali dengan kepala daerah. Sejak aparat penegak hukum menangkap beberapa kepala daerah yang terjaring OTT, menjadikan kepala daerah lainnya ada perasaan khawatir hal yang sama akan menimpa dirinya.

Perasaan khawatir seperti ini menurut Menurut Ketua APKASI Jawa Timur, dr. Hj. Faida. MMR, seharusnya tidak perlu terjadi, manakala semua tugas dilaksanakan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. “Jangan takut, pokok berani tegak lurus pemerintahannya, Insya Allah aman,” pesan dr. Faida. MMR, di hadapan para Kepala Daerah se-Jawa Timur dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Assosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Jawa Timur, di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (12/12/2017).

APKASI Jatim yang dibuka Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan good governance itu, lanjut Faida, sekaligus menjawab kegundahan para pejabat daerah atas maraknya pejabat yang terjaring OTT. Kepada anggota APKASI, dr. Faida. MMR, yang juga Bupati Jember itu membangkitkan semangat, agar tidak takut terhadap OTT meski sejumlah pejabat di wilayah Propinsi Jawa Timur, sudah ada yang ditangkap.

yang nyaris sama juga disampaikan, Gubernur Jawa Timur, Sukarwo. Selama penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik dilaksanakan dengan baik, maka tidak ada alasan bagi kepala daerah untuk takut pada OTT.

saja, agar tugas yang dijalankan bisa lebih terjamin keselamatannya, penyelenggaraan pelayanan publik harus dilakukan dengan multiple choice (beragam pilihan).”By sistem, kita sudah selesai, asal satu dalam pelayanan publik harus multiple choice,” kata Gubernur Sukarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo itu.

kesempatan untuk melakukan tindak pungutan liar (pungli), diantaranya menurut Pakde Karwo, karena masih adanya tahapan pintu ke pintu. Akan tetapi kalau bayarnya sudah melalui di ATM atau pusat perbelanjaan, maka tidak memungkinkan ketemu oknum pejabat, sehingga aman, terhindar dari pungli dan bidikan OTT. (Indra GM)

No Response

Comments are closed.