Bupati Faida Sanjung Pemulung

This slideshow requires JavaScript.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., memberikan sanjungan kepada seorang pemulung asal Jember yang menjual penghargaan yang diterimanya dari presiden.

“Walaupun kondisinya pemulung, dia adalah orang yang sangat luar biasa,” ujar Bupati Faida, Senin (17/9/2018) di Alun-alun Jember.

Sebagai informasi, pemulung tersebut bernama Saleh Mansyur. Warga Dusun Kamaran Desa/Kecamatan Kencong Jember ini diketahui menjual penghargaan dari presiden berupa pin dan cincin.

Pin dan cincin emas dari presiden itu didapat pria kelahiran 1 Januari 1933 tersebut setelah mendonorkan darahnya hingga 100 kali. Pemilik darah O+ ini aktif mendonorkan darahnya hingga tahun 2010.

Ditemui wartawan usai upacara peringatan HUT PMI ke-73, Bupati Faida mengungkapkan para pendonor, khususnya yang telah mendapatkan penghargaan dari Presiden, akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Bantuan itu diantaranya asuransi kesehatan beserta keluarga, jika ekonomi keluarganya tidak mampu akan disantuni setiap bulan dan beasiswa sekolah.

Lebih lanjut Bupati Faida mengapresiasi inisiatif PMI Jember yang telah memberikan fasilitas gratis berupa mobil jenazah.Apresiasi juga diberikan kepada Baznas Jember, yang memberikan bantuan kendaraan roda dua emergency, yang bertujuan untuk mendistribusikan kantong darah hingga ke Puskesmas ke pelosok Jember.

Sementara itu, ketua PMI Jember E.A Zaenal Marzuki mengatakan,  ia bersama tim terus melakukan evaluasi serta pembenahan-pembenahan, termasuk pembenahan administrasi di tubuh PMI.

Bahkan, PMI Jember telah membeli ambulans secara mandiri, sebagai pelayanan kepada masyarakat. “Ambulans kita yang lama, kita perbaiki, dibenahi sebagai mobil jenazah. Gratis untuk masyarakat Jember,” terangnya.

PMI juga turut serta dalam membantu pemerintah dalam pengentasan kematian ibu dan anak. Dengan membuat terobosan-terobosan supaya kiriman darah ke Puskesmas untuk ibu melahirkan dapat cepat sampai. (mutia/izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Bupati Faida Sanjung Pemulung"