Download Logo HUT RI 72

Bupati Gelar Audiensi Dengan BNI

HUT RI 72

Berlangsung di ruang rapat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, didampingi oleh Dinas Peternakan, Pertanian dan Dinas yang terkait lainnya, mengadakan pertemuan dengan BNI 46. Pertemuan yang dihadiri oleh CEO BNI wilayah Malang Yessy Kurnia, Amiruddin divisi Electronic Banking (e- commerce), Ir. Bambang Setyatmojo divisi BSL (Bisnis Usaha Kecil). Dalam rapat kali ini membahas terkait Ekonomi Masyarakat dan BUMDesa, juga pengajuan pembiayaan pertanian dan peternakan serta beberapa program dari BNI.

Bupati Faida menyampaikan penjelasannya mengenai program-program yang akan di sinergikan bersama BNI. “Yang mana sinergi adalah kebutuhan bersama antara Pemkab Jember dan BNI, sebelumnya mengenai ternak Pemkab Jember telah melaunching 15 SPR dan terbentuknya SPR ini telah meningkatkan hasil ternak sapi, kambing juga unggas.” Tuturnya Selasa (14/2/2017).

Dimana peternak ini dulunya bekerja sendiri-sendiri hingga tidak membuahkan hasil untuk itu di bentuklah kelompok SPR peternak, yang mana di anggarkan bantuan berupa ternak, kandang dan peralatan untuk 12 SPR. Maka Bupati Faida mengajak BNI bekerjasama dalam hal ini memprioritaskan 3 SPR yang belum mendapat anggaran dan dari 15 kelompok SPR akan dipilih beberapa orang dan di bentuk kepengurusan untuk mengakses dengan lembaga keuangan.

Terdapat juga rencana program Warung Rakyat Berjaringan, juga Warung Kopi Berjaringan, untuk hal ini telah banyak di lakukan sebuah perencanaan-perencanaan berupa pelatihan pada masyarakat dan dalam perencanaan ini di kembangkan sebagai peningkatan perekonomian masyarakat juga penggunaan dan pengembangan produk lokal dengan inovasi-inovasi yang cukup baik.

Dalam warung kopi berjaringan dilakukan pelatihan barista kepada pemuda-pemuda untuk membuat kopi seperti kafe namun tetap sebagai warung yang berbarista begitu juga dengan warung rakyat berjaringan yang akan menjual produk-produk lokal dengan pinjaman berupa barang dari Pemerintah.

Dalam hal konsep pengembangan badan usaha milik desa merupakan target yang akan di adakan di 226 desa kondisi saat ini sudah ada 76 BUMDes, 12 BUMDes masuk kedalam kategori aktif dan memiliki jenis usaha dan di tahun 2017 rencana akan di bentuk sebanyak 150 BUMDes. Mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berasal dari kekayaan Desa yang di pisahkan guna memperoleh aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya supaya Desa dapa maju. “saya berharap forum ini dapat di manfaatkan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bambang Setyatmojo menjelaskan mengenai program untuk petani yang mana petani disini akan di buatkan suatu kartu, kartu di berikan kepada petani sebagai wadah penerimaan bantuan, sehingga bantuan ini di berikan tepat sasaran kepada penerima serta sesuai dengan alokasi dari Pemerintah untuk bansos dan subsidi.

Bantuan tersebut dapat di cairkan sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing petani seperti pupuk, bibit dan kebutuhan hidup petani, dengan ini agen 46 dapat membantu dalam pengoprasian ini juga melaporkan pada pihak terkait.

Juga di jelaskan oleh tim BNI salah satu programnya yaitu BNI Marketplace untuk Pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yaitu e-commerce,
Kurangnya UMKM yaitu kurangnya teknis produksi dan keahlian, kesulitan dalam pemasaran e-commerce, kurangnya ketrampilan managerial termasuk keuangan, kurangnya permodalan.

Sehingga potensi industri pariwisata di Jember dapat dikembangkan kedalam bisnis e-commerce dengan misal penjualan tiket masuk kawasan wisata, penjualan paket wisata, dan lain lain.
Termasuk potensi perkebunan lainnya seperti coklat, kopi, kedelai, Jember cokelat, coffee Jember, edamame.

Bisnis E-commerce diharapkan mampu menambah jangkauan pasar dari hasil olahan perkebunan, tidak hanya dikenal secara lokal tetapi juga dapat dijangkau oleh masyarakat nasional.

Potensi Jember industri kreatif seperti tasbih dan manik-manik daerah Balung Tutul, peralatan dapur aluminium daerah Panti dan lainnya dapat dipasarkan di e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan e-commerce diharapkan dapat mampu mempermudah wisatawan untuk dapat menikmati oleh-oleh khas Jember, seperti tape singkong, prol tape, suwar suwar, batik Jember, dll.

Keuntungan BNI Marketplace bagi pemerintah daerah, adalah sarana untuk Pemberdayaan UMKM daerah, khususnya dalam hal perluasan akses pemasaran, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membangun infrastruktur dan aplikasi toko online bagi UMKM.

Keuntungan bagi UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global,dukungan berbagai metode pembayaran yang mudah dan aman untuk menunjang transaksinya, kemungkinan mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk pengembangan usahanya.

Sinergi BNI dengan pemerintahan daerah, BNI berperan dalam mempersiapkan infrastruktur Marketplace, sistem pembayaran dan solusi finansial termasuk pembiayaan UMKM.
Pemerintah daerah melalui Rumah Kreatif berperan dalam meningkatkan kapabilitas UMKM, membantu pengelolaan produk, dan manajemen Marketplace,sedangkan UMKM menyediakan barang atau jasa yang berkualitas dan pemenuhan pemesanan tepat waktu.

Dan sinergi ini akan terus di rencanakan dan di rapatkan bersama dengan Dinas terkait berikut dengan terobosan-terobosan juga berbagai program perencanaan sinergi kerjasama antara Pemkab Jember dengan BNI. (Izza, Mutia)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Leave a reply "Bupati Gelar Audiensi Dengan BNI"