Bupati Hadiri Perbitan Braile Corner di Dinas Perpustakaan

Sosialisasi dan penerbitan Braile Corner di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, langsung dihadiri oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR. Tim Balai Penerbitan Braile Indonesia (BPBI) “Abiyoso” Cimahi juga hadir pada acara tersebut, bersama sejumlah penyandang Disabilitas, di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Rabu (15/03/17).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ir. Merwin Lusiani MM., menyampaikan dalam rangka peningkatan pemerataan kesempatan bagi saudara yang berkebutuhan khusus dalam mengakses informasi dan bahan kerjaan, maka didirikanlah disabilitas corner beserta perangkatnya.
Menurutnya, program tersebut sudah sejalan dan didasari program 22 janji kerja nyata Bupati. Antara lain menjadikan Jember bumi sholawat dan ramah difabel, satu satunya kabupaten yang memiliki Perda difabel, diwujudkan dengan pengembangan pelayanan perpustakan yang ramah disabilitas. Dengan bekerja sama dengan BPBI “Abiyoso” dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bersedia menyumbangkan tenaga dan pikiran, serta buku-buku Braile 120 buku berbagai jenis termasuk Al-Quran 30 juz yang bersuara, dan alat peraga.
Dengan harapan kedepannya bisa mengembangkan bantuan lebih maju dan banyak lagi. Hal senada disampaikan Kepala Tim Balai Penerbitan Braile Indonesia (BPBI) “Abiyoso” Cimahi, Hendra Sulaeman S. S. T. M.P.
Hendra mengapresiasi kelengkapan yang ada di perpustakaan daerah Kabupaten Jember. Diketahui bahwa Undang Undang nomor 8 tahun 2016 sudah diluncurkan tentang penyandang disabilitas, disitu menyebutkan bahwa penyandang mempunyai akses untuk informasi, dalam bentuk braile, audio visual, bahasa isyarat bagi tuna rungu dari situ BPBI memajukan adanya sosialisasi Braile Corner di perpustakaan daerah. Selain buku Braile, akan disosialisasikan bagaimana cara mengakses informasi, untuk tuna netra.

Sementara itu, Bupati Jember dalam sambutannya menyampaikan perpustakaan adalah bagian penting dari pembangunan di Kabupaten Jember, 22 janji kerja itu bukan maunya Bupati dan Wabup tetapi hasil keliling se-kabupaten Jember menerjemahkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat. Tentunya bukan hanya masyarakat kelompok besarnya saja, termasuk kelompok berkebutuhan khusus. Bupati mengapresiasi kepada kepala dinas dan jajaran nya karena mampu menerjemahkan apa yang perlu diutamakan dalam setahun program. “kalau mampu melayani kelompok berkebutuhan khusus dengan baik, akan mampu melayani kelompok dengan jumlah banyak tetapi tidak otomatis orang yang mampu melayani kelompok dengan jumlah yang banyak mampu melayani kelompok berkebutuhan khusus.” ujarnya.

Akses yang paling penting untuk penyandang disabilitas adalah akses belajar, perhatian yang cukup kepada perpustakaan, karena perpustakaan bagian penting perubahan dikabupaten Jember. Bupati berkomitmen dengan jajarannya ingin bermanfaat maksimal untuk penyandang Difabel. Sudah mulai kecamatan kecamatan, dan tempat fasilitas umum memberikan ruang yang cukup untuk akses para difabel meskipun belum sempurna tetapi kesadaran sudah ada.

Paling sedikit minimal ada satu perpustakaan untuk akses difabel, pelayanan yang inklusi untuk difabel, paling sedikit ada satu masjid dikecamatan betul-betul menyediakan fasilitas untuk difabel paling sedikit akses jalannya.

Bupati bangga terhadap penyandang Difabel, bukan orang cengeng, yang hanya meminta minta, tapi orang yang berjuang atas keberhasilan dan kebahagiaan kehidupan. Menjadi contoh spirit untuk berjuang. “Kalau kita mau ada seribu jalan, kalau kita enggan akan ada seribu alasan,” imbuh Bupati Jember. (Mutia)

No Response

Leave a reply "Bupati Hadiri Perbitan Braile Corner di Dinas Perpustakaan"