Bupati Imbau, Pastikan Tidak Ada Anak Jember yang Putus Sekolah

Rasa peduli terhadap sesama terus dicontohkan dan digelorakan oleh Pemkab Jember. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, dr. Hj. Faida., MMR, berbagai langkah dan program terus dilakukan dalam rangka membantu mereka yang tidak beruntung.

Kali ini bantuan yang diberikan Pemkab Jember diwujudkan dalam bentuk Bantuan Khusus. Tidak kurang dari 12.825 orang Siswa SMA/SMLB/MA & SMK di Kabupaten Jember mendapat bantuan melalui program Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM).

Bantuan lain yang diberikan, yakni 1.697 Unit Komputer untuk lembaga SLTP negeri dan swasta di Kabupaten Jember. Serta bantuan meubelair SD untuk 277 Lembaga, yang terdiri dari 1 unit almari kelas, 1 set meja kursi guru serta 32 set meja kursi siswa.

Dalam sambutannya Bupati Jember menyampaikan akses beasiswa untuk pelajar yang terbuka dan informasinya harus benar-benar sampai pada pelajar dan mahasiswa.

“Bantuan khusus ini harus sampai langsung kepada siswa, dan buku tabungan hari ini harus dibawa pulang oleh masing masing siswa,” ucap Bupati Faida, dalam sambutannya pada acara penyerahan langsung Bantuan Siswa Miskin (BKSM), di Balai Serba Guna GOR Kaliwates Jember, Sabtu (11/11/17).

Biaya bantuan untuk kepentingan pendidikan dengan total yang diterima sebesar Rp 1.200.000, – untuk satu tahun. Tahap pertama dan kedua masing-masing Rp 600. 000,-

“Jadilah generasi yang peduli, apalah artinya nilai bagus, jika tidak peduli dengan sesama, saling membantu,” tutur bupati .

Bupati mengajak sekaligus mengimbau masyarakat untuk turut serta peduli terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak. Pastikan tidak ada anak di Jember yang putus sekolah hanya karena kekurangan biaya.

Bantuan ini diharapkan bupati, agar dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan kemanfaatannya bisa berumur panjang. Tekad memajukan pendidikan di Kabupaten Jember ini, dibuktikan dengan besaran anggaran untuk pendidikan yang mencapai 30% dari total anggaran.

Diimbau juga, agar tidak ada yang berdemo, karena demo tidak akan merubah nasib siswa, kepala sekolah, apalagi guru. “Sejatinya mereka yang berteriak-teriak, tidak berbuat apa apa, yang dibutuhkan orang yang bekerja nyata,” tukas bupati.

Kepada sekolah-sekolah, bupati meminta agar memberikan data yang sebenar-benarnya kepada Pemkab Jember, agar upaya untuk memajukan pendidikan dan membantu siswa bisa tepat sasaran. Serta mengajak semua untuk menolak pungli di dunia pendidikan.

Ditegaskan, bahwa semua bantuan yang diberikan kepada masyarakat, tidak disertai dengan pungutan biaya. Semua biaya ditanggung Pemerintah Kabupaten Jember.

“Miskin bukan akhir segala segalalanya, malas awal kehancuran kalian. Pemuda Indonesia Jauhi narkoba, gunakan teknologi dengan bijaksana,” seru bupati.

“Niatkan dari sekarang kuliah, ikuti suara hati, raih, putuskan untuk mengejar. Masih banyak jalan untuk yang mau berusaha. Bupati bangga dan yakin, anak Jember menjadi generasi yang dibanggakan. Buktikan menjadi gemilang bukan menjadi hambatan,” tambahnya. (Mutia, Indra GM)

 

No Response

Comments are closed.