Bupati Jelaskan Program kepada Jamaah Istighotsah Pendapa

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., memberikan penjelasan beberapa program yang telah dijalankan dan akan dilaksanakan kepada jamaah istighotsah di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (10/05/2018) malam.

Program pemerintah yang baru-baru ini selesai dilaksanakan yakni Ngantor di Pondok Pesantren dengan agenda kerja pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga miskin. KIS yang diberikan sebanyak lebih 53 ribu, yang dibagikan di 14 pondok pesantren.

Kegiatan pembagian KIS ini akan dilanjutkan kepada para guru ngaji, yang diperuntukkan istri, anak, dan keluarga guru ngaji yang tertera dalam kartu keluarga.

“Dan, sebentar lagi akan melaunching asuransi kesehatan untuk takmir masjid se-Kabupaten Jember,” ungkap bupati.

Dari data resmi, di Jember ada 2381 masjid. Rata-rata pengurusnya 5 sampai 10 orang. Data ini dipilah takmir yang kurang mampu secara ekonomi.mereka ini jumlahnya sedikitnya 10 ribu orang takmir, marbot, muadzin, khotib.

Keluarga pengurus masjid juga terdukung oleh suransi ini. Dengan demikian, jumlahnya menjadi 34.000 orang terdukung oleh asuransi kesehatan.

Bupati juga menyampaikan penataan Guru Tidak Tetap (GTT). Bupati menyantakan, bupati dan wabup sepakat untuk memgang prinsip keadilan berbasis data. “Berusaha menjadi pemimpin seadil-adilnya dan berbasis data,” tegas bupati.

Lebih jauh dijelaskan, tidak semua GTT yang aktif di Jember bisa mendapatkan surat penugasan. Surat tugas itu diberikan kepada GTT yang mengajar di sekolah yang sesuai formasinya.

“GTT sekarng bukan lagi GTT sekolah. Sekarag diatur, GTT-nya Kabupaten Jember. Diatur untuk seluruh Kabupaten Jember, yang ditempatkan di sekolah sekolah dengan surat penugasannya dari Pemkab Jember melalui Dinas Pendidikan,” jlentreh bupati.

Akan ada forum GTT yang akan menjadi media pemberian penjelasan lebih lanjut terkait syarat menjadi GTT yang mendapatkan surat penugasan.

Bupati juga menyampaikan, uji publik tidak hanya bagi GTT. Uji publik juga diberlakukan bagi mahasiswa penerima beasiswa. “Supaya ada kontrol dari masyarakat, juga umpan balik dari masyarakat,” jelas bupati.

Program yang saat ini sedang berjalan yakni pendataan anak yatim piatu, yang sedang tahap akhir. “Anak yatim piatu akan mendapatkan fasilitas fasilitas khusus, termasuk urusan sekolah dan asuransi kesehatan,” tuturnya.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat yakni sunatan missal bagi 5.000 anak. Sunatan ini akan dilaksanakan dalam masa liburan sekolah di beberapa wilayah. Karena itu perlu bantuan data anak yang perlu khitan.

Bupati juga mohon doa restu kepada masyarakat untuk memenuhi keinginan anak yatim piatu yang ingin menginap di pendopo. “Mulai ramadhan tahun ini melaksanakan pondok ramadhan singkat. Belajar agama dan beribadah bersama di beberapa hari kedepan,” pungkasnya. (izza/mutia/*f2)

No Response

Leave a reply "Bupati Jelaskan Program kepada Jamaah Istighotsah Pendapa"