Jember Kota Pandhalungan

Bupati Jember Buka Pameran dan Lomba Origami 2014

Origami (3)Bupati Jember MZA Djalal membuka lomba dan pameran origami, dalam memperingati Hari Anak Nasional di Gedung Olah Raga (GOR) Pusat Kegiatan Pemuda Seni Olahraga (PKPSO) Kaliwates Jember, Rabu (10/9).

Dalam sambutan pembukaan lomba dan pameran origami itu, MZA Djalal mengatakan bahwa seni melipat kertas atau origami memiliki dampak yang cukup penting bagi para pelakunya. Bagi anak-anak, seni origami dapat membantu pertumbuhan kreatifitas anak-anak. Selain itu, origami juga dapat membantu pertumbuhan motorik halus anak-anak.

Seni melipat kertas, lanjutnya, selain bermanfaat bagi anak-anak juga bermanfaat bagi orang dewasa. Seni origami juga berdampak meningkatnya daya ingat seseorang. “Bagi orang dewasa bisa bermanfaat untuk melawan kepikunan,” ujar MZA Djalal.

Menurut MZA Djalal seni melipat kertas atau origami ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan ketrampilan masyarakat, origamni juga bisa membawa dampak ekonomis bagi masyarakat. “Selain bisa berdampak pada perkembangan teknologi dan idustri kertas, masyarakat juga bisa berjualan kertas origami, apabila origami sudah menjadi ketrampilan yang populer di masyarakat,” paparnya.

Semakin populernya seni origami dalam masyarakat Jember, sambung MZA Djalal, bukan tidak mungkin Jember dapat menjadi sebuah kampung besar origami, Sehingga, Jember akan menjadi kota kunjungan origami.  “Bukan tidak munbgkin akan banyak orang datang ke Jember hanya untuk melihat Origami,” kata MZA Djalal.

Sementara itu, Ketua Tim Penggeral (TP) PKK Kabupaten Jember Sri Wahyuni Djalal mengatakan bahwa ketrampilan origami nantinya bisa menjadi satu usaha ekonomi kreatif masyarakat Jember. Ketrampilan origami nantinya akan dikembangkan menjadi ketrampilan tersendiri bagi ibu-ibu rumah tangga, melalui wadah PKK. “Seperti hiasan pin yang saya pakai ini merupakan karya origami dan saya jual seharga Rp.10.000 per buah,” ujarnya.

Menurutnya, dengan berbekal ketrampilan melipat kertas, selembar kertas, dan perekat kertas dirinya bisa membuat hiasan yang bisa memiliki nilai ekonomis. Apabila ketrampilan origami ini juga dimiliki oleh ibu-ibu rumah tangga, maka ketrampilan ini bisa menjadi kemampuan bagi ibu rumah tangga untuk memperoleh pendapatan tambahan.

Menjawab pertanyaan wartawan, Sri Wahyuni Djalal membantah bahwa ketrampilan origami adalah ketrampilan yang berbiaya mahal. Pasalnya kertas yang dipakai untuk origami tidak selalu kertas khusus origami. Dicontohkannya sebuah boneka origami bisa dibuat dari kertas koran bekas. “Kertas bekas bisa juga kita pakai lagi untuk origami,” imbuhnya. (*)

No Response

Comments are closed.