Bupati : Jember Kota Ramah Difabel

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember telah melakukan semua kegiatan untuk mendukung para difabel dalam memperoleh hak-haknya.

Hal itu disampaikan Bupati di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Jember, Jumat (22/09/2017), yang mengikuti Kuliah Umum di Gedung Soetardjo.

Penegasan Bupati tersebut menjawab pertanyaan seorang mahasiswa Strata Dua yang juga difabel, yang menanyakan penerbitan Peraturan Bupati terkait difabel Jember.

“Perbupnya sudah disiapkan. Kami selalu update, tapi tidak sekedar update. Kami ingin pelayanannya komplit,” terang Bupati yang mendapat aplaus dari peserta kuliah.

Lebih jauh dijelaskan, meski Perbup belum dikeluarkan, namun pemerintah telah melakukan aksi nyata.

Aksi nyata tersebut diantaranya mensyaratkan aksesibilitas bagi difabel dalam perijinan perusahaan. Bentuknya, akses sebesar satu persen jumlah pekerja bagi difabel. Demikian juga dengan akses di gedung-gedung yang dibangun.

Bupati bahkan menyatakan difabel diperbolehkan sekolah dimanapun yang diinginkan, karena memilik hak yang sama.

“Saya kira Universitas Jember bisa membantu kami, karena untuk melayani siswa difabel butuh guru yang berpengetahuan khusus tentang sekolah inklusi,” imbuh Bupati, yang kembali mendapat tepuk tangan dari peserta kuliah.

“Kesempatan dan kesuksesan adalah milik semua orang,” tutur Bupati, yang didampingi Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.

Kuliah umum yang diselenggarakan di Gedung Soetardjo menghadirkan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa yang menyampaikan materi Membangun Generasi Inklusif.

“Caranya dari dalam diri sendiri, bahwa kita menghadapi manusia juga,” ujar Menteri menjawab pertanyaan mahasiswa terkait cara mengubah sikap eksklusif ke inklusif. (*f2)⁠⁠

No Response

Comments are closed.