Bupati : Pengurus PMI Harus Lebih Dekat Dengan Rakyat

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., menyampaikan PMI (Palang Merah Indonesia) adalah organisasi kemanusiaan, yang urusannya adalah untuk kemanusiaan.

Karena itu, menjadi pengurus PMI bukan menjadi jalan untuk mencapai tujuan lain. Apabila ada yang punya tujuan lain, maka harus segera kembali pada tujuan mulia tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati dalam sambutannya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI masa bakti 2017 – 2022 di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (4/10/2022).

Bupati pun berharap kepada pengurus baru untuk memberikan data dan informasi terkait warga yang telah sukarela menjadi pejuang kemanusiaan, sehingga Pemkab Jember bisa mengundang mereka dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan.

Begitu pula dengan para pelajar yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, pengurus PMI Kabupaten Jember harus memberikan apresiasi berupa surat atau piagam. “Meski sebenarnya mereka tidak menginginkan itu,” ujar Bupati dalam pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Jember Masa Bakti 2017 – 2022, Rabu (4/10/2017).

Apabila para pelajar yang menjadi atlet maupun juara di bidang ilmu pengetahuan bisa diterima di sekolah dimanapun, maka seharusnya para pelajar yang telah terjun di dunia kemanusiaan mendapatkan apresiasi yang sama.

“Mereka-mereka yang peduli dan berjasa di bidang kemanusiaan harus mendapatkan apresiasi yang sama,” tegas perempuan pertama Bupati Jember ini.

Dalam bagian akhir sambutannya Bupati berpesan agar pengurus PMI masa bakti 2017 – 2022 lebih mengenalkan diri kepada masyarakat, yang salah satu caranya menyosialisasikan nomor telepon pengurus hingga ke pelosok desa.

Bupati juga meminta kegiatan dalam peningkatan kapasitas lebih sistematis, sehingga semua orang yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan memiliki kompetensi yang sama, termasuk relawan.

Kedepan PMI Kabupaten Jember juga bisa meluaskan jangkauan untuk relawan, seperti relawan dari perguruan tinggi yang ternyata belum semua perguruan tinggi di Jember tercakup dalam kegiatan.

Ketersediaan bank darah di setiap rumah sakit juga perlu disediakan oleh pengurus baru.

Sementara itu, H. Imam Utomo Suparno, Ketua PMI Jawa Timur, menyatakan kebanggaan terhadap susunan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jember karena menempatkan Kapolres dan Dandim di dalamnya.

“Akan saya gerakan untuk kabupaten lain,” ungkap mantan Gubernur Jawa Timur ini.

Kepada pengurus baru PMI Kabupaten Jember, Imam Utomo berpesan agar menggiatkan donor darah di SMA/SMK dan tidak tergantung pada momen tertentu seperti peringatan hari-hari ulang tahun instansi.

“Pengambilan darah itu sehat. Saya yakin orang yang diambil darahnya itu menjadi sehat,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut EA Zaenal Marzuki, SH, MH selaku Ketua PMI yang baru, menyatakan tekad pengurus untuk menjadikan PMI Kabupaten Jember menjadi organisasi modern, maju, dan terbuka.

“Untuk mewujudkan itu perlu komitmen pengurus dan karyawan untuk bekerja lebih keras dan profesional,” ujar Ketua PMI Kabupaten Jember Masa bakti 2017 – 2022 ini.

Agar tercipta kinerja profesional, lanjutnya, perlu sistem yang transparan dan terbuka. Salah satunya dengan membuat website resmi PMI Jember.

“Menjadi saluran bagi masyarakat untuk memberikan masukan, sekaligus sarana apabila membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

Pada akhir sambutannya, EA Zaenal Marzuki berharap komitmen pengurus dan dukungan para ulama dan tokoh agama, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. (*f2/Mutia/Izza. Red : Indra GM)

No Response

Comments are closed.