Jember Kota Pandhalungan

Bupati Sampaikan Nota Pengantar RPJMD

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., menyampaikan nota pengantar rancangan Peraturan Daerah (Perda) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam Sidang Paripurna di Geduang DPRD Jember.

Nota pengantar RPJMD tahun 2016 – 2021 itu terkait pengelolaan keuangan daerah, analisis isu-isu strategis, visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan arah kebijakan, kebijakan umum dan program pembangunan daerah, indikasi rencana program prioritas disertai kebutuhan pendanaan, dan penetapan indikator kerja daerah.

“RPJMD ini selanjutnya menjadi pedoman bagi pelaksanaan pembangunan dan instrumen evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dlam lima tahun kedepan,” jelas Bupati Faida dalam pidatonya.

Lebih jauh Bupati menjelaskan, untuk mengukur keberhasilan program pembangunan yang telah ditentukan dalam RPJMD diperlukan indikator kinerja utama.

Pertama, tingkat persentase pertumbuhan ekonomi dari kondisi kinerja awal yang 6,15 persen menjadi 7,00 persen pada akhir periode RPJMD. Kedua, indeks kini meningkat dari 0,26 menjadi 0,20 pada akhir periode tahun 2021.

Ketiga, tingkat kemiskinan yang saat ini 11,28 persen, pada 2021 menjadi 10,00 persen. Keempat, tingkat pengangguran terbuka dari 4,64 persen diharapkan mencapai 4,00 persen pada kondisi kinerja akhir periode RPJMD tahun 2021.

Lima, indeks pembangunan manusia diharapkan meningkat dari 67,07 menjadi 70,44. Enam, indeks kualitas hidup diharapkan mencapai 67,00 dari 61,87. Ketujuh, indeks kepuasan masyarakat diharapkan mencapai penilaian B pada kondisi kinerja akhir.

Kedelapan, Produk Domestik Riil Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga konstan (milyar rupiah) masyarakat yang merupakan salah satu tolak ukur peningkatan kesejahteraan, yang saat ini 41,69 trilyun diharapkan pada 2021 menjadi 53,88 trilyun.

Menjawab pertanyaan wartawan usai rapat paripurna, Bupati menjelaskan bahwa target yang dicanangkan bukan pesimis. Ia menegaskan bahwa target yang dicanangkan merupakan target realistis. “Itu bukan angka psemistis, itu angka yang realistis,” jelasnya.

Seperti pengangguran, pemerintah melihat pengangguran itu harus benar – benar bekerja dan mandiri untuk jangka yang panjang. Bukan pekerjaan yang sesaat. “Ini yang kita ambil, angka yang akan menjadi benar-benar bebas pengangguran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni menyatakan akan ada paripurna lanjutan. Ada tiga paripurna. Setelah nota pengantar, selanjutnya pandangan umum fraksi terhadap nota pengantar, dan yang ketiga adalah jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi. “Setelah itu, kita membahas RPJMD melalui Pansus yang telah kita bentuk,” ujarnya.

Sesuai jadwal di badan Musyawarah, waktu pembahasan RPJMD sangat mepet. “18 hari kita harus tuntas, lalu akan dievaluasi oleh Gubernur selama 15 hari,” jelas politisi Partai Gerindra ini.

Sesuai peraturan, RPJMD sudah harus disahkan dan diundangkan dalam lembaran negara pada tanggal 17 Agustus, atau enam bulan setelah Bupati dan Wakil Bupati dilantik pada 17 Februari lalu. (*f2)

No Response

Leave a reply "Bupati Sampaikan Nota Pengantar RPJMD"