Bupati Tangkal Perkembangan Narkoba Dikalangan Remaja Yang Sudah Memprihatinkan

Peredaran dan penggunaan obat-obatajn terlarang sudah sangat memprihatinkan. Ini setidaknya bisa dilihat dari tingginya angka kematian akibat mengkonsumsi barang haram itu.

Tingkat bahaya peredaran narkoba ini juga pernah disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki tahap darurat narkoba. Di Jawa Timur saja, pengguna narkoba sudah mencapai, 2,2 juta orang, 900 ribu diantaranya pengguna aktif.

“Dalam sehari saja, tercatat 50 orang meniggal gara-gara narkoba,” ungkap Bupati Jember, dr. Faida. MMR, dalam acara Seminar Bahaya Penyalahgunaan Napza (narkotika, alkohol, psykotropika, zat adiktif) dan Pencanangan Anemia Gizi Pada Remaja Putri, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Propinvisi Jawa Timur tahun 2017 di aula PB Sudirman, Pemkab Jember, Kamis (30/11/2017).

Lalu bagaimana dengan Kabupaten Jember ?. Menurut Bupati Faida, sudah ada belasan siswa yang kecanduan narkoba. “Itu yang terungkap. Yang belum lebih banyak lagi,” tandasnya.

Keadaan yang seperti ini, kata bupati, sudah barang tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena bagaimapun juga, mereka (anak-anak muda), merupakan masa depan dari bangsa ini.

Itulah alasannya, mengapa peringatan HKN tingkat Propivinsi Jawa Timur tahun 2017, dipusatkan di Jember. “Kita mendatangkan narasumber dan pakar dari Surabaya, dr Agus untuk memberikan pemahaman kepada siswa apa dan bagaimana dampak yang akan ditimbulkan dari penggunaan narkoba,” jelas bupati.

Diungkapkan, bahwa peredaran dan penggunaan narkoba, tidak hanya menyerang kalangan muda saja. Semua kalangan bisa terserang, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa.

Seminar dalam rangka Hari Kesehatan Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Jember tahun ini, selain diikuti tidak kurang dari 1196 orang peserta, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, drg Ina Maharani, anggota DPRD Jatim, Ekhsan dan Forkopimda. Hal lain yang turut mewarnai acara Seminar Bahaya Penyalahgunaan Napza dan Pencanangan Anemia Gizi Pada Remaja Putri, adalah pembagian tablet FE kepada siswi.

Tablet FE ini dianggap penting, karena sebagaimana diketahui, salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan dan bayi, akibat kekurangan darah. Nah dalam rangka dalam rangka meminimalisir atau menekan angka kematian ibu dan bayi, siswi sejak dini diberi tablet FE.

“Karena kalau siswa sampai kekurangan darah, dan memasuki remaja serta menikah, lalu hamil dan melahirkan dengan berat badan rendah, ini bisa berakibat fatal karena bisa menjadi kematian ibu dan bayi menjadi tinggi.

Karenanya harus kita antisipasi sejak remaja. Siswa yang kekurangan darah, tentu tidak bisa berprestasi dengan gemilang,” tutur bupati.

Rencananya Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan, akan memberikan tablet kepada 4 juta siswi. Jumlah siswi di Jember sebanyak, 76470 orang, 41% diantaranya masuk dalam kategori kurang darah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Siti Nurul Qomariah, M.Kes, bahwa penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan anak muda sudah meluas ke beberapa jenis obat. Diantaranya yang sudah banyak dipakai adalah obat batuk dekstro.

“Dekstro sebenarnya obat batuk, punya pengaruh sedasi yang bisa membuat tenang, tapi karena dosisnya tidak tepat, akhirnya bisa menjadi adiksi (kecanduan),” imbuh dr Nurul. (Mutia, Indra GM)

No Response

Comments are closed.