Jember Kota Pandhalungan

Ciptakan Kreasi dari Limbah, Raup Rejeki Pelepah Daun Pisang.

Pelepah PisangSaat ini kerajinan tangan banyak diminati masyarakat, mulai untuk dijadikan souvenir, cindera mata, atau hanya untuk dijadikan pajangan. Ragamnyapun bervariasi, ada yang berbentuk bunga, miniatur kendaraan,dan masih banyak lagi bentuk lainnya yang unik dan menarik perhatian bagi siapa saja yang melihatnya.

Untuk itu, tak heran jika  kerajinan tangan banyak diburu para wirausahawan, karena dinilai berprospek untuk dijadikan bisnis.Mungkin itulah yang dijadikan alasan Budi Rahman (25th)Salah seorang pemuda di Kecamatan Ledokombo yang tertarik pada bisnis tersebut.

Ia bersama salah seorang adiknya, mulai menekuni bisnis kerajinan tangan, walaupun terbilang masih baru, namun kerajinan tangan yang dibuat kakak beradik ini, mampu menarik perhatian pembeli.Hal itu dikarenakan ada sesuatu yang unik dari kerajinan tangan yang mereka buat , yakni kerajinan yang dibuat berasal dari limbah pelepah pisang.

            “ Saya masih baru memulai bisnis ini, awalnya saya tidak ada niat sama sekali untuk bisnis kerajinan tangan seperti ini,  namun setelah mengikuti pelatihan yang diadakan PKBM Ledokombo bekerjasama dengan Kemenakertrans R.I pada november tahun lalu, pikiran saya menjadi lebih terbuka, saat pelatihan itulah saya diberi ilmu cara membuat kerajinan tangan dari berbagai macam bahan dan pernak pernik,  salah satunya membuat kerajinan tangan dari pelepah pisang, semenjak itulah saya berniat memulai bisnis ini, ya hingga sekarang ini”ujar Budi.

Menghasilkan sebuah karya baru memang bukanlah hal yang sulit bagi seorang pengrajin.  Tak perduli karyanya terbuat dari bahan apapun, imajinasi akan mengubahnya menjadi hasil dengan nilai estetika yang tinggi.

Memang bukan hal baru untuk membuat kerajinan dari pelepah pisang.  Tapi yang terpenting adalah bagaimana membuat bongkahan pelepah pisang yang terlihat tidak berguna dapat diubah menjadi beberapa kerajinan yang bernilai ekonomis.

Seperti yang dikatakan Budi “Kreasi kerajinan pelepah pisang memang sudah banyak, namun , disitulah letak tantangannya, bagaimana kita bisa membuat sesuatu yang baru dan diminati banyak orang, untuk itu saya mencoba membuat terobosan baru dengan membuat boneka dari pelepah pisang ini”ujarnya.

Ia juga menjelaskan , bahwa bahan yang digunakan untuk membuat pelepah pisang ini tidak terlalu sulit, seperti pelepah pisang kering, buah nyamplung, lem tembak, kawat , dan pewarna, semua bahan itu sangat mudah didapatkan.

Sedangkan untuk pembuatannya, dibutuhkan kesabaran yang extra, karena untuk membuat boneka pelepah pisang ini bisa dikatakan tidaklah mudah. “untuk pembuatannya , awal kita membuat kerangkanya terlebih dahulu dari kawat, setelah itu kita balut dengan pelepah pisang yang original atau yang tidak ada campuran warna, setelah itu kita buat kepalanya dari buah nyamplung , kemudian setelah itu dilengkapi dengan mata dan hidung, setelah jadi, barulah kita beri baju dari pelepah pisang yang sudah berwarna, bajunya bisa dikreasi, kalau bonekanya laki-laki bisa diberi celana, kalau perempuan bisa diberi baju dan rok, sebagai perekat bisa menggunakan lem tembak , proses pembuatannya kadang rumit kadang tidak rumit, tergantung bentuk bonekanya, namun dalam sehari biasanya saya bisa menghasilkan 10 boneka pelepah pisang”tutur Budi.

Harga boneka pelepah pisang ini bervariasi, mulai dari Rp.15.000,- hingga yang bernilai Rp.35.0000,- juga ada, tergantung dari tingkat kesulitannya.Sedangkan untuk pemasaranya , masih di daerah local saja.

Saat ini yang terpenting adalah bagaimana dapat memanfaatkan bahan yang tidak bernilai agar menjadi  bernilai dan dapat membuka peluang usaha baru.Seperti bagaimana mengolah limbah menjadi bahan tepat guna, yang ramah lingkungan.(*)

No Response

Comments are closed.