Download Logo HUT RI 72

Comunication Forum Astra Tbk 2017: Bupati Faida Jadi Pembicara di Inspirational Sharing Astra

HUT RI 72

JAKARTA Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, yang dikenal dengan prinsip 3B dalam menjalankan pemerintahan, anti korupsi, dan kreatif seperti program 22 janji kerjanya mendapat kepercayaan dari PT Astra International Tbk,  di ajang Communication Forum, yang digelar di Gedung PT Astra Tbk, Jalan Gaya Motor, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).

Hj. Faida, MMR, yang baru setahun memimpin ini mendapat kepercayaan dari Presiden Direktur Astra melalui Astra CSR Division, guna menjadi pembicara dalam forum communication yang dihadiri ratusan karyawan, manajer, kepala cabang, manajemen, dan karyawan Astra Group di seluruh Indonesia.

Faida, selain itu juga dianggap sebagai Bupati yang memimpin daerah dengan sabrek  potensi luar biasa, sehingga menurut Astra International Tbk potensi itu dapat disinergikan dengan program Astra membangun dan berbagi untuk negeri melalui Divisi Corporate Social Responsibility (CSR)-nya.

Bupati dalam paparanya mengulas berbagai hal tentang potensi wisata dan bagaimana teknik ke depan merawat dan meningkatkan bisnis pariwisata sesuai dengan arah pembangunan pemerintah pusat yang akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata manca negara menjadi 20 juta wisman.

Seluruh peserta “terpukau” dengan paparan Bupati Faida, yang ternyata menarik, inspiratif, dan kreatif dalam rencana memenej kota Jember ke depan. Yang lebih heboh, karena Bupati Faida, gemar meluncurkan joke – joke segarnya. Sehingga seluruh hadirin gerr….dan tepuk tangan menghiasi sepanjang sesi.

Semisal, saat dia cerita semasa sebelum terpilih menjadi Bupati terlibat dalam  150 kegiatan berupa karnaval dan gerak jalan dan memaksa dirinya joget di 50 kelompok peserta. Video Faida saat joget saat kegiatan itu diperlihatkan, dan sontak hadirin langsung gerr dan memberi aplaus.

Bupati perempuan pertama di Jember ini, sangat bersemangat dengan menceritakan pula sejumlah  potensi daerah Jember yang akan dia kembangkan dan pasarkan. Para prinsipnya dia mengaku bahwa seorang Bupati tugasnya sebenarnya adalah menjadi tenaga pemasaran bagi Jember.

Baik potensi alam wisata, wisata buatan, atraksi budaya, karnaval,  produk jajanan, penganan, kuliner,  handycraft,  hingga potensi terbesar yang dimiliki Jember sebagai penunjang penyedot wisman adalah Festival Egrang Tanoker, dan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah mendunia, yang pada 2017 ini Jember akhirnya dinobarkan sebagai Kota Karnaval, oleh ketetapan Menteri Pariwisata RI.

“Kita ada wisata religi, dan setiap 35 hari sekali didatangi wisatawan dari luar daerah, dan asing. Yakni dzikir manakib Al Qodiri. Ini juga akan kita kembangkan, bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan UKM sekitar. Belum termasuk impact dari JFC, terlahir beberapa kegiatan masyarakat sejenis yang telah jadi agenda daerah,” ujar Faida.

Pada setahun terakhir guna menunjang sektor pariwisata dan peningkatan kesejahtaraan UMKM, pemerintah memberi pelatihan keterampilan dan manajemen keuangan bagi pegiat 1000 warung berjaringan, dan 1000 barista kopi agar ekonomi bisa tumbuh kreatif dan berkembang.

Dalam RPJMD Jember dan program 22 janji kerja,  pembangunan selanjutnya adalah  membangun fasilitas penunjang adanya wisata yang ada dengan menjadikan bandara Jember sebagai bandara embarkasi antara, membangun wisata edukasi yakni museum Diorama Pancasila dan Konstitusi, meningkatkan kemampuan  agen travel wisata untuk menyediakan paket wisata baru dan menarik serta mendorong  layanan hotel  tumbuh pesat di Jember.

Tak lupa Faida, memiliki jurus unik guna meningkatkan partisipasi  dan kesiapan sosial masyarakat guna menghadapi serbuan wisawatan karena destinasi wisata semakin banyak, dengan membentuk kelompok sadar wisata di sejumlah kawasan secara integrited lintas sektoral.

Hal itu semua, kata Faida, terinspirasi dari pengalaman sebelum dia  terpilih sebagai Bupati Jember. Betapa tidak kala itu kegiatan yang belakangan meraih prestasi besar semisal operasi bibir sumbing 5.000 dhuafa mendapat ganjalan luar biasa dan pemerintahan setempat sehingga dalam membangun prinsipnya tidak sendiri, tetapi harus bergandeng tangan dengan semua pihak.

“Kita juga mengikutsertakan anak anak bekas pasien bibir sumbing yang selama ini tak diperhatikan dan tak dihiraukan keluarga, menjadi orang yang  lebih percaya diri,  pada karnaval  JFC Kids dan menjadi satu satunya karnaval fashion inklusi di dunia yang melibatkan para difable,” ujar Faida.

Tak hanya itu, guna mengimbangi keberhasilan JFC dia sudah mendesain  ambulance UGD RS Bina Sehatnya, dengan gambar fashion JFC, sehingga menjadikan sarana sinergi dalam pembangunan icon wisata  daerah. Dan benar,  pada tahun 2017, JFC ditetapkan masuk perhatian Kemenpar RI, dan Jember dijadikan  sebagai Kota Karnaval Dunia  dengan  prestasi kota karnaval peringkat tiga dunia.

“Guna mengimbangi JFC kita gerakkan ekonomi kreatif handycraft berinspirasi JFC, paket  wisata baru lengket dengan JFC, untuk mendongkrak ekonomi masyarakat  semisal wisata integrited di desa wisata tanoker Ledokombo,  Pusat penelitian kebun bibit cacao dan kopi, dan museum  tembakau,” tukas Faida.

Prinsip dalam pengembangan pariwisata daerah di Jember yang akan digerakkan adalah menjadikan Jember sebagai salah satu destinasi wisata Jawa Timur, sesuai program janji kerjanya semasa kampanye. (Humas Pemkab Jember)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.