Diklat Pim IV, Harus Ada yang Berubah di Instansi Peserta Berasal

Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, berharap, diklat yang dilaksanakan saat ini dapat menambah nilai pengabdian pada bangsa dan tugas pokok dan fungsinya.

Wabup mengingatkan, saat sudah kembali pada instansi masing-masing, semua peserta bisa merenung untuk melihat perkembangan instansinya, sebelum dan sesudah ditinggal diklat. Diharapkan, melalui diklat ini, sumber daya manusia, khusunya di Kabupaten Jember, bisa lebih dikembangkan lagi dan meningkat lebih baik.

“Profesionalitas bukan lagi kebutuhan, tetapi sesuatu yang tidak bisa dihindari lagi, sebagaimana situasi dan perkembangan yang berganti,” ujar Wabup Muqit.

Wabup membuat perumpamaan seseorang membeli secangkir kopi hitam di warung dengan harga Rp 3000 atau Rp 4000. Harga kopi di warung ini akan berubah ketika membeli kopi di resto atau hotel, pun namanya juga akan berganti menjadi black coffee.

Perumpaan itu, menurut Wabup, sebagai gambaran, bahwa kalau pemasaran atau siapapun juga tetap bertahan dengan pola lama dan tidak mengikuti perkembangn jaman, maka dipastikan akan tertinggal. Karena itu diperlukan inovasi baru dalam mengiringi perkembangan jaman yang perubahannya begitu pesat.

Dijelaskan, bahwa pada dasarnya diklat bukan karena keharusan, akan tetapi merupakan sebuah keinginan untuk membangun sumber daya manusia (SDM). “Ini menjadi sebuah momentum dalam rangka meningkatkan kemampuan kita, meningkatkan pelayanan dan mutu terhadap tugas yang akan diemban,” jelas Wabup.

“Memanusiakan orang terhadap nilai kemanusiaan, saling menghargai dan menghormati, yang bawah juga yang atas,” tambahnya

Dilain pihak, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur, Mochammad Suluh, SH.M.Si, yang hadir pada acara penutupan Diklat Kepemimpinan TK IV Angkatan 142, Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jember tahun 2017 yang berlangsung di Balai Diklat Kaliwates Jember, Selasa (31/10/2017), mewakili Kepala Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, menyampaikan ucapan selamat kepada peserta diklat dengan predikat sangat memuaskan, 9, yang jarang sekali bisa meraih predikat ini.

Sama dengan wabup, Suluh berharap, setelah kembali ke tempat kerja masing-masing dapat membawa perubahan di tempat kerjanya. Menurut Suluh, keikutsertaan dalam diklat ini tentu berdampak positif apabila ada nilai tambah di instansi masing-masing.

“Inti dari diklat ini, adalah membangun kepemimpinan yang transformatif dan inovatif, inovasi, menjadi tuntutan publik. Banyak saat ini yang sudah menggunakan aplikasi online dalam berbisnis, untuk itu perlu menjadi pembelajaran. Kedepannya diharapkan terus tumbuh inovasi,” harap Suluh.

Sementara Kepala Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jember, Ir.Ruslan Abdul Gani, dalam laporannya, menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah membentuk kompetensi kepemimpinan operasional dan pejabat yang struktural.

Kompetensi yang dibangun menurut Ruslan, adalah kompetensi kepemimpinan operasional, yaitu kemampuan memuat perencanaan kegiatan instansi dengan membangun karakter, sikap dan perilaku serta integritas sesuai perundang-undangan. Selain juga kemampuan untuk menjunjung tinggi etika pada nilai moralitas dan tanggungjawab terhadap tugasnya.

“Peserta berjumlah 40 orang, yang terdiri dari pejabat eselon IV Pemerintah Kabupaten Jember. Pelatihan yang ditempuh selama kurang lebih empat bulan di Pusdiklat Kaliwates Jember,” paparnya. (Izza, Red. Indra GM)

No Response

Comments are closed.