Kerja Nyata

DONGKRAK PRODUKSI IKAN OPTIMALKAN POTENSI DARAT DAN LAUT

Potensi Kabupaten Jember sangat memungkinkan untuk usaha perikanan budidaya (air tawar), hal itu tidak berlebihan apalagi area-nya cukup luas dan didukung ketersediaan air yang melimpah serta didukung oleh iklim.Jelas hal ini sangat menguntungkan bagi pengembangan perikanan budidaya.Kondisi seperti ini memunculkan sentra-sentra produksi ikan air tawar seperti tombro, nila, ikan mas,  gurami dan lele, hal itu dapat dilihat di Kecamatan Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono,Mayang,Silo,Pakusari,Bangsalsari,Gumukmas,Semboro, Umbulsari,Wuluhan, Kencong, Jombang dan Tanggul.

Dalam penjelasannya Ir.Mahfud Afandi Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Pemkab Jember mengatakan, meski diakui investasi awal cukup tinggi untuk usaha perikanan budidaya, namun karena prospek pemasarannya cukup bagus tak heran bila usaha sambilan itu dimiliki oleh 3.894 orang.Di Kabupaten Jember sendiri dalam kurun waktu lima tahun sejak 2005 -2011 diakui adanya peningkatan usaha rumah tangga perikanan (RTP) budidaya ikan, baik itu untuk kolam, mina padi, keramba, KPI maupun tambak.Mahfud mencontohkan, untuk gurami tahun 2005 dari 136,7 ton melonjak menjadi 882,5 ton.

“Kabupaten Jember dalam hal perikanan budidaya baik itu air tawar maupun air payau cukup berhasil, jumlah keseluruhan luas kolam seluas 240,5 hektar, mina padi 250 hektar dan tambak 157,25 hektar.Produksi ikan untuk perikanan darat sebanyak 6.719,65 ton, rata-rata pendapatan  RTP air tawar mencapai  Rp.6.856.617 dan RTP tambak Rp.8.403.990.Keberhasilan usaha perikanan budidaya tidak terlepas dari peningkatan luas areal, mulai dari kolam, mina padi, kerambi, KPI serta tambak, ini jelas berpengaruh pada lonjakan produksi ikan budidaya dan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal di Kabupaten Jember saja tapi juga luar daerah seperti Bali dan Surabaya,”tukas Mahfud.

Namun demikian kendati perikanan budidaya ini dari tahun ke tahun menunjukan grafik peningkatan, namun dinas tersebut tidak pernah merasa berbangga diri dan telah menyiapkan strategi pencapaian tidak hanya dalam pengembangan kawasan usaha skala ekonomi yang menghasilkan produk unggulan perikanan budidaya namun lebih dari itu diharapkan mampu menumbuh kembangkan kelompok usaha perikanan budidaya mandiri.Dalam peningkatan sumberdaya manusia (SDM), dirasa perlu untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan pembudidaya ikan termasuk melakukan pengetrapan teknologi perbaikan sarana prasarana perikanan budidaya.

“Dinas Peternakan Perikananan dan Kelautan Pemkab Jember juga telah memberikan pelatihan, mengadakan studi banding, percontohan serta pembenihan dan pendampingan usaha perikanan budidaya.Tidak hanya itu saja, kita juga tetap memperhatikan kwalitas perikanan budidaya seperti perbaikan mutu benih, induk unggul, kesehatan ikan serta perbaikan sarana dan prasarana kolam.Kendala permodalan kerapkali dihadapi oleh petani ikan untuk mengembangkan usahanya, karena itu diluncurkan program kredit ketahanan pangan dan energi (KKP-E)  dan hingga bulan Agustus 2012 lalu mencapai Rp.22.150.000.000 untuk 68 kelompok,”ujarnya.

Sementara itu  perikanan tangkap ( perikanan laut) di  Kabupaten Jember juga mencatat keberhasilan tersendiri tidak ubahnya seperti perikanan budidaya, panjang garis pantai tercatat 100 km, luas perairan 34.400 km dan potensi tangkapan ikan 40.000 ton per tahun.Dari catatan di Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Pemkab Jember menyebutkan produksi tangkapan tahun 2011 lalu sebesar 8.681.20 ton atau 4,6%,beberapa jenis ikan laut mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti kerapu, kakap, ekor kuning, cucut, pari, bawal, kembung, lemuru, layur, cakalang, tuna, tongkol dan udang.

“Hal itu belum lagi ditunjang oleh keberadaan tambak seluas 650 hektar, per tahunnya mampu memberikan tambahan produksi 3200 ton per tahun. Luas terumbu karang di Kabupaten Jember  950 hektar dan 36% kondisinya baik, 12% kondisi sedang dan 52% rusak,kerusakan ini selain karena faktor alam juga ulah manusia menangkap ikan menggunakan bahan peledak.Jumlah nelayan di Kabupaten Jember berjumlah 14.893 orang, adapun jumlah perahu besar 481 unit, perahu sedang 807 unit, motor tempel dan perahu tanpa motor 185 unit dan jumlah alat tangkap seperti payang 108, gillnet 593, tramelnet 2.138 dan prawe 1.428,”imbuh Mahfud.

Beberapa kecamatan seperti Puger, Ambulu, Kencong, Gumukmas dan Tempurejo merupakan gambaran masyarakat nelayan, rata-rata jangkauan penangkapan 4-6mil dan rata-rata pendapatan rumah tangga nelayan laut Rp.2.633.220 dan rumah tangga nelayan perairan umum Rp.1.473.450.Di tahun 2011 lalu produksi ikan laut didominasi oleh ikan cakalang sebanyak 1.965 ton dan tongkol 1.998.10 ton, selain jenis ikan lainnya yakni tuna 946,4ton, layur 178,6 ton, tengiri 415,7ton, kerapu 64,2 ton, cumi-cumi19,2 ton, kakap18,1 ton dan manyung 45,3 ton.

(winardyasto)

No Response

Comments are closed.