Forkompimda Kompak Cegah Persekusi

683 views

Persekusi yang akhir-akhir ini menjadi bahasan nasional membuat jajaran Forkompimda Jember mengambil sikap tegas dan kompak untuk bersama mencegah terjadi di Jember. Hal ini terlihat disaat Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR hadir pada acara seminar Mencegah Persekusi dalam Rangka memelihara Keamanan dan Ketertiban Kabupaten Jember, yang berlangsung di hall New Sari Utama Jember, Kamis siang (8/6/2017).

Nampak hadir juga pada acara seminar, sekaligus membuka acara, AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK menyampaikan bahwa persekusi adalah rangkaian kegiatan pemburuan terhadap seseorang individu atau kelompok yang di lakukan oleh sekelompok orang atau individu lainnya.

Persekusi yang saat ini sedang menjadi pemberitaan nasional menjadi viral di media sosial antara individu atau kelompok yang dapat mengundang emosi atau menyinggung individu atau kelompok yang lain.

Persekusi tidak muncul begitu saja, jadi persekusi muncul melalui viral di media sosial baik itu pemberitaan bohong atau pemberitaan yang bersifat kebencian. Polres sendiri menurut Kapolres sudah bersikap tegas bagi pelanggar penyebar pemberitaan bohong atau pemberitaan yang bersifat kebencian terdapat sanksi hukumnya.

AKBP Kusworo juga menghimbau untuk tidak melakukan postingan yang dapat mengakibatkan emosi hingga menjadi tindak kasus kriminal, agar tidak terjadinya persekusi.

“Semoga seminar ini dapat menangkal pemberita hoax atau beredarnya kebencian,” jelasnya.

Menangkal Persekusi dengan menurunkan emosi, juga sangat penting dilakukan. “Biarkan aparat kepolisian yang bekerja informasikan pada kami maka kami akan bertindak sehingga tidak ada kegiatan main hakim sendiri.”

Penandatanganan secara simbolis kesepakatan bersama dalam rangka mencegah persekusi guna memelihara keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jember, juga dilakukan disela-sela kegiatan seminar.

Dalam seminar sendiri terdapat bahasan di antaranya unsur persekusi yaitu serangan langsung kepada warga sipil yang meluas atau sistematik, atas dasar politik, ras, kebangsaan etnis, budaya dan agama.

Masyarakat sangat diminta untu menekan emosi dan tidak mudah terpancing dengan informasi hoax. Sehingga Jember bisa selalu kondusif dan aman. (Izza)

No Response

Comments are closed.