Jember Kota Pandhalungan

Gali Potensi Daerah Melalui Festival Kuliner

KULINERJember Kita. Kuliner diyakini menjadi daya tarik tersendiri untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, apalagi tiap daerah memiliki makanan khas dan kedatangan wisatawan ke daerah tujuan wisata tidak sekedar menikmati keindahan alam. Kuliner adalah bagian tidak terpisahkan dari pengembangan industri pariwisata, tak heran jika saat ini wisata kuliner begitu digandrungi dan imbasnya di berbagai tempat muncul warung dan restoran menawarkan menu andalan. Tak terkecuali di Kabupaten Jember, kendati kota penghasil tembakau ini tidak memiliki makanan khas namun wisata kulinernya berkembang pesat.

Sajian kuliner bisa diberi sentuhan tradisional jika diolah secara kreatif, jelas hal ini menambah keanegramaan menu masakan.Berbagai potensi daerah seperti tanaman pangan merupakan peluang untuk dimanfaatkan oleh pengusaha kuliner, selain memiliki nilai ekonomis juga kandungan gizinya tinggi. Alasan itu melatar belakangi diadakannya festival kuliner 2014 oleh Kantor Pariwisata Pemkab Jember, sebanyak 15 warung maupun restoran di Kabupaten Jember  mengikuti ajang tersebut di Hotel Panorama (4/6) dan dibuka Dra HJ. Sri Laksmi, Asisten III Pemkab Jember mewakili bupati MZA Djalal.

“Adalah hal membanggakan festival kuliner ini menjadi agenda tahunan dari Kantor Pariwisata Pemkab Jember, tanaman pangan seperti jagung, ubi jalar, singkong maupun talas tersedia melimpah.Sangat disayangkan jika tanaman pangan itu dibiarkan dan tidak dimanfaatkan karena itu makanan tradisional asli Indonesia, melalui festival kuliner ini diharapkan mampu menggugah kembali kecintaan masyarakat  terhadap tanaman  pangan potensi daerah. Semua ini disediakan oleh alam untuk dimanfaatkan, selain harganya murah  dan mudah diperoleh juga rasanya enak dan tak kalah jika dibanding makanan lainnya,”ungkap Laksmi.

Ungkapan senada disampaikan Teguh Suprayitno, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember,  bahwa festival kuliner merupakan salah satu ajang yang cukup diminati kalangan perhotelan dan restuaran di Jember, karena dari kegiatan ini, setidaknya bisa ditampilkan kekhasan dan kelebihan menu masakan yang dimiliki. Menurut Teguh, pemilik hotel, katering dan restoran benar-benar merasakan manfaat ketika mengikuti festival kuliner tersebut.

Kkarena itu dirinya mendukung upaya dari Kantor Pariwisata untuk menjadualkan festival ini sebagai kegiatan tahunan. Apalagi Jember merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia, karena itu perlu adanya kreatifitas dibidang kuliner untuk menciptakan menu masakan baru.Diakui oleh Teguh, hakekatnya kuliner juga merupakan identitas suatu daerah.

“PHRI memberi acungan jempol terlaksananya festival kuliner di Kabupaten Jember, ini merupakan angin segar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.Apalagi prospek industri pariwisata di Kabupaten Jember pesat sekali, pertumbuhan hotel dan restoran selama sepuluh tahun terakhir ini terlihat dimana-mana. Saat ini Kabupaten Jember mulai merangkak menjadi kota besar, karena itu pemilik hotel ataupun restoran setidaknya menyajikan keaneka ragaman menu masakan. Selama ini menu hotel dan restoran memiliki kesamaan meski rasanya lain, karena itu perlu disiati membuat menu baru,” jelas Teguh.

Teguh juga menambahkan, festival kuliner mendatang setidaknya bisa lebih banyak peserta dan tidak terbatas pemilik restoran, hotel maupun katering tapi juga warung lesehan.Hal senada juga dikatakan oleh Bu Eka pengelola warung lesehan, dirinya ingin sekali berpartisipasi meramaikan festival kuliner tersebut. Menurutnya, citarasa  menu makanan warung lesehan juga tidak kalah kalah lezatnya ketimbang restoran maupun hotel. Menanggapi hal tersebut, Endi staf Kantor Pariwisata Pemkab Jember mengatakan, persyaratan mengikuti festival itu harus memiliki ijin usaha kuliner.

“Festival kuliner ini tidak diperuntukan untuk hotel, restoran ataupun katering, siapa saja boleh ikut asal mengantongi ijin usaha kuliner. Mereka ikut festival kuliner tidak sekedar mengikuti kejuaraan  namun sekaligus mempromosikan usahanya, kali ini juga diikuti oleh pemilik warung dan cara menyaikan hidangan di meja pun cukup apik,” tandas Endi.  (winardyasto)

No Response

Comments are closed.