Generasi Muda Harus Mengenal Jatidiri Bangsa dan Negaranya

Ada pesan yang disampaikan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, kepada generasi muda. Wabup minta, agar generasi muda mau menempa diri untuk menjadi generasi yang mumpuni sesuai bidang yang ditekuni. dan meningkatkan intelektualnya.

Penempaan diri menurut wabup, harus dengan sebenarnya-benarnya. Karena mereka tidak hanya ditunggu intelektual, spiritualnya, tapi bagaimana mengenal bangsa dan sejarah perjuangan berdirinya negerinya.

“Adik-adik harus menempa diri dengan sebenar-benarnya. Tidak saja ditunggu intelektual dengan spiritual yang mumpuni tetapi lebih dari itu. Jadilah generasi muda yang kenal akan bangsanya, negaranya dan bagaimana sejarah NKRI ini diperjuangkan,” pesan Wabup Muqit Arief, dalam acara Jambore Cabang Jember, di lapangan Cadika Jember, Senin (20/11/2017).

Dengan mengenal sejarah, Pancasila serta Undang-Undang Dasar, lanjut Wabup, maka generasi muda akan tahu dan mengenal, bahwa bangsa ini harus dipertahankan. Dan kegiatan kepemudaan yang digelar ini merupakan ikhtiar dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. Kegiatan ini juga bagian dari mencari jatidiri bagi anak muda yang produktif.

Dalam kegiatan ini tidak ada pembagian yang kaya maupun yang miskin. Tidak ada pula pembanding antar agama dalam kebersamaan, dan harus saling tolong menolong.

“Ini menjadi momentum bagi kita semua, khususnya bagi gerakan pramuka untuk kembali pada semangat anak muda dan pembelajaran yang keren, asyik dan menyenangkan,” ucap Wabup.

Wabup mengatakan, tanpa rasa kebangsaan yang mumpuni, maka masa depan bangsa, akan menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Ini juga berlaku bagi keberlangsungan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Karena itu diharapkan, dasa dharma dan trisatya pramuka, tidak hanya dibaca tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai-nilai luhur yang kita pedomani di dalam berpramuka hendaknya bisa ditularkan kepada saudara dan kawan-kawan kita yang lain, hingga seluruh remaja turut tertarik ikut gerakan pramuka,” pinta wabup.

Disampaikan, dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, pemuda hendaknya lebih cerdas dan arief. Media sosial yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, hendaknya dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih produktif dengan menyebarkan nilai luhur. Bukan digunakan untuk sarana saling mencaci, memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selamat kepada peserta yang mengikuti acara perkemahan ini, semoga penggemblengan kepribadian adik-adik akan mengantarkan menjadi generasi muda yang benar-benar mumpuni. Jayalah Pramuka Jayalah Indonesia,” pungkasnya. (Izza, Indra GM)

No Response

Comments are closed.