Jember Kota Pandhalungan

GERAKAN PEREMPUAN JEMBER MELAWAN KEKERASAN

Kekerasan dalam rumah tangga (KDrentan RT) masih sering terjadi di masyarakat. Kebanyakan korban adalah kaum perempuan. Kondisi fisiknya yang lemah, membuat perempuan dijadikan sasaran berbagai tindak kekerasan.  Berbagai kasus kekerasan pada perempuan juga terjadi di wilayah Kabupaten Jember. Namun perempuan-perempuan di Jember tak tinggal diam. Mereka bersatu dan berkomitmen untuk melawan kekerasan yang terjadi  pada diri mereka.

Atas prakarsa serta difasilitasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, terbentuklah satu lembaga pendampingan dan perlindungan korban KDRT di Kabupaten Jember atau yang dikenal sebagai Griya Asih. Griya Asih merupakan unit layanan yang terletak di wilayah desa/kelurahan di bawah koordinasi Tim Penggerak PKK, bekerjasama dengan instansi/ lembaga yang ada, dengan tujuan untuk memberikan advokasi dan pendampingan serta perlindungan bagi korban KDRT.

Di Griya Asih, korban dapat mengadukan kasus kekerasan yang dialaminya dengan mekanisme berjenjang, mulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan hingga kabupaten. Di tingkat desa, korban bisa melapor kepada Dasa Wisma (Dama), yang kemudian dilanjutkan ke Griya Asih Desa. Di Griya Asih Desa, korban akan menjalani beberapa proses seperti diinterview, mediasi, observasi/bimbingan, serta rujukan. Namun jika Griya Asih Desa belum bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh korban, maka proses pengaduan bisa dilanjutkan ke unit layanan tingkat kecamatan. Dan jika masih juga belum terselesaikan,maka proses pengaduan bisa dilanjutkan ke tingkat kabupaten.

            Atas didirikannya Griya Asih ini, tidaklah berlebihan jika Kabupaten Jember mendapat penghargaan berupa prestasi Pakarti Utama I Tingkat Nasional, karena dinilai sebagai pelaksana terbaik Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tahun 2013, yang diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Pusat, Ibu Vita Gamawan Fauzi dalam acara puncak peringatan Gerakan Nasional BBGRM X dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 41 tingkat nasional di Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Selatan.

            Perempuan-perempuan Jember bukan hanya berupaya untuk melawan kekerasan yang terjadi dalam lingkup rumah tangga, tetapi juga berjuang keras untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKBAL). Di Jember angka kematian ketiganya bisa dikatakan masih cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor, seperti masih adanya dukun yang membantu proses persalinan dan kurangnya pemantauan kesehatan ibu hamil.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember tak henti-hentinya membantu Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Salah satunya adalah melakukan sosialisasi dan pendekatan personal kepada dukun supaya tidak membantu persalinan. Dukun hanya diperkenankan mengantar ibu hamil ke bidan. Setelah bayi lahir, dukun boleh membantu proses perawatan bayi di rumah sehingga dukun tidak serta merta kehilangan mata pencaharian yang dimiliki.

Upaya penurunan angka kematian ibu dan anak juga dilakukan di posyandu. Kader-kader yang tersebar di setiap pelosok desa, siap bekerja keras untuk melayani kesehatan ibu hamil dan anak. Di posyandu, kesehatan anak dipantau mulai dari penimbangan berat badan, pemberian makanan tambahan, serta pemberian imunisasi. Pada saat jadwal pemberian imunisasi, kader posyandu juga tak segan mendatangi rumah-rumah warga yang tak bisa datang ke posyandu. Dengan demikian pelayanan imunisasi seluruh anak di wilayah tersebut tidak terlewatkan.

Manfaatkan Teknologi

            Perkembangan teknologi yang semakin pesat ternyata dimanfaatkan juga oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember. Salah satunya adalah penerapan Sistem Informasi Manajemen atau yang lebih dikenal dengan sebutan SIM PKK. SIM PKK ini merupakan program dari pemerintah pusat yang tahun ini mulai diterapkan di Kabupaten Jember dengan tujuan untuk memudahkan proses administrasi, akurasi data, dan koordinasi bisa lebih cepat karena pemrosesan data dilakukan dari tingkat dasa wisma hingga tingkat kota. Untuk memantapkan program SIM PKK ke seluruh wilayah Kabupaten Jember, Tim Penggerak PKK kerap mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada kader PKK.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Sri Wahyuni Djalal berharap dengan adanya penerapan SIM PKK, kualitas seluruh kader PKK yang ada di Kabupaten Jember meningkat terutama dalam bidang teknologi. Selain itu SIM PKK juga diharapkan mampu membantu menyukseskan seluruh program PKK yang ada di semua wilayah Kabupaten Jember.

No Response

Comments are closed.