Kerja Nyata

GONDORKEM DAN TERPENTIN SUKUN GARAHAN JEMBER

Pendahuluan

Perum Perhutani berupaya meningkatkan pemanfaatan potensi sumberdaya hutan non kayu berupa pengolahan getah pinus menjadi Godorukem dan Terpentin.

Perum Perhutani Unit II Jawa Timur melalui Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Non Kayu, memgelola 3 Unit Gondorkem dan Terpentin (PGT) yaitu PGT Sukun Garahan dan Rejowinangun dengan kapasitas produksi mampu mengolah getah pinus ± 54.000 ton/tahun.

VISI MISI

KBM INDUSTRI NON KAYU

VISI

Menjadikan Pengelola Industri Non  Kayu sebagai andalan usaha yang mendunia

MISI

1. Meningkatkan produktifitas  dn kualitas secara berkelanjutan serta ramanh lingkungan

2. Melakuakn usaha bisnis berupa penyumbang penghasil perusahaan.

3. Menjamin kepuasan pelanggan (karyawan, Perusahaan, stake holder)

MOTTO :

“Kerja benar Sejak Awal”

KBM INK IMAGE

Zero Waste

Comfortable

Nice View

Unique

 

Bahan Baku

Getah Pinu merupakan bahan baku dari pembuatan Gondorukem dan terpentin. Sadapan getah yang keluar dari pohon Pinus dilakukan pada umur 10 sampai 30 tahun atau sampai dengan akhir dau sebelum pohon pinus tersebut ditebang.

Mutu getah ditentukan oleh kadar kotoran dan warna grtah yang putih adalah warna yang baik (mutu A), sedangkan yang lebih tua karena banyak mengandung kotoran merupakan mutu B

Produk

Gondorukem/Gum Rosin

Gondorukem merupakan residu atau sisa dari hasil distilasi getah pinus yang beupa padatan berwarna kuning jernih hingga kining tua. Faktor utama yang menetukan mutu Gondorukem adalah : wana, titik lunak dan kadar kotoran.

Di Indonesia telah dibuat standarisasi mengenai mutu gondorukem yang di kelompokkan sbb :

Mutu

Grade

Warna

Utama

X (Rex)

Jernih

Pertama

WW (White Water)

Bening Air

Kedua

WG (Window Glass)

Bening

Ketiga

N (Nsncy)

Kuning Kecoklatan

 

Sedangkan titik lunak / softening point adalah ukuran kekerasannya yang di tunjukkan dengan derajat celcius (oC).

Kadar kotoran ditunjukkan dengan prosen (%) adalah kotoran-kotoran halus ang terkandung dalam gondorukem

Secara umum spesifikasi gondorukem adalah sbb :

Titik lunak/softening point 78oC – 82oC
Warna colour X – WG
Kadar kotoran/ Impurity 0.02% – 0.04%
Bilangan asam/ acid value 160 – 190
Bilangan penyabunan/ Saponification value 170 – 220
Kadar abu/ ash content 0.01% – 0.04%

 

Terpentin/ Turpentine Oil

Minyak terpentin merupakan hasil distilasi/ penyulingan getah pinus. Minyak terpentin hasil harus memenuhi  beberapa persyaratan dalam klasifikasi mutu yaitu :
–  Mutu utama dengan tanda mutu A

– Mutu standar dengan tanda mutu B

Penetuan mutu terpentin ditentukan :

1.      Warna jernih

2.      Tidak mengandung kotoran dan air

3.      Kandunga alpha pinene

4.      Bau yang khas

Beberapa kegunaan Gondorukem dan Terpentin

Kegunaan awam adalah sebagai bahan proses pembuatan batik dan bahan untuk melekatkan patriatau solder.  Namun pada kenyataannya gondorukem mempunyai kegunaan lain yang bernilai ekonomis tinggi yaitu : untuk pelapis kertas, bahan additive, tinta electronic, cat, vernis, plastic, sabun, semir, lem, sepatu, keramik, dan lain-lain.

Berat jenis/specific grafity 0.848 – 0.865
Indeks bias/refractive index 1.464 – 1.47
Warna/ colour Jernih
Kadar alpha pinene/ Alpha pinene content 80% – 85%
Titik nyala/flash point 330C – 380C

 

Terpetin yang semula hanya dikenal sebagai pelarut cat yang harganya rendah, tenyata dari terpetin ini bila di proses lebi lanjit bisa menghasilkan kompomen alpha pinene dan menjadi bahan baku, desinfektan, kamfer dan lain-lain

Proses produksi

Pada prinsipnya proses yang digunakan dalam pengolaan getah pinus menjadi Gondorukem (Gum Rosin) dan Minyak Terpentin (Terpntin Oil0 meliputi 2 (dua) tahapan yaitu :

1.      Pemurnian Getah.

2.      Pemisahan Terpentin dan ondorukem melalui proses disilasi

Persiapan Bahan Baku

Getah dari penyadap dikumpulkan di Tempat Pengumpulan Getah (TPG) kemudian diangkut  ke PGT dengan kemasan drum plastic. Sebelum dituang kedalam bak getah, terlebih dahulu di uji/ditentukan mutunya dengan sample standar atau master getah, dan kemudian ditimbang.

Penanpungan Getah

Getah di tamping dalam suatu bak penanpung bersekat yang disebut Bak Getah, berfungsi untuk menampung dan menyotir getah, serta mengendapkan kotoran-kotoran yang berat jenisnya lebih besar dari getah.

Pengenceran &  Pengeringan

Alat-alat yang digunakan pada tahapan ini adalah :

1.      Tangki melter, berfungsi untu mengencekan larutan getah dengan menggunakan tertin untuk memudahkan pemisahan kotoran kasar.

2.      Tangki Mixe, berfungsi untuk mencapurkan larutan getah – asamoxalat dan air, Asam Oxslat digunakan untuk mengendapkan Ion Fe yang bereasal dari kotoran khususnya tanah.

Pencucian

Proses ini berfungsi untuk mencuci larutan getah dengan air bersih agar terpisah dari kotoran halus sebelum sialirkan ke tangki penampung getah besih mlalui filter.

Pemasakan

Pemasakan adalah tahapan yang paling mentetukan kualitas gondorukem dan terpentin. Meskipun pencucian getah dilakukan berulang-ulang dengan hasil sempurna , namun apabila proses dengan pemasakan tidak dilakukan dengan baik, maka gondorukem yang dihasilkan akan bermutu.

Canning dan Pengemasan

Canning merupakan proses penuangan atau pengisian gondorukem cair dari tangki pemasakan kedalam kemasan berupa kaleng-kaleng dengan pengemasan dilakukan langsung dari tangki pemasakan pada saat gondorukem masih dalam keadaan cair. Gondorukem yang sudah dalam kemasan kaleng diberi label dan dilakukan pendinginan selama 3 (tiga) hari yang kemudian siap diangkut dipasarkan.

 

 

System Manajemen Mutu

ISO 9001 : 2000

 

PGT secara konsisten menrapkan system manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 sebagai bukti komitmen PGT akan mutu serta upaya perbaikan yang berkelanjutan.

 

No Response

Comments are closed.