Jember Kota Pandhalungan

Gunakan Inovasi Baru, Tingkatkan Hasil Produksi

Petani Padi Dikenalnya Jember sebagai daerah pertanian, ternyata membuat Pemkab beserta para petani yang tergabung dalam HKTI terus melakukan upaya peningkatan mutu dan produksi ketahanan pangan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kegiatan dan sosialisasi yang dilakukan terhadap petani di Jember.

Beberapa langkah yang telah dilakukan , diantaranya adalah sosialisasi penggunaan pupuk berimbang yang telah dilakukann oleh HKTI, sosialisasi tersebut bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman lebih pada para petani tentang pentingnya penggunaan pupuk secara berimbang agar mutu yang dihasilkan semakin baik.

Seperti yang disampaikan Jumantoro, ketua HKTI Jember “ selama ini kami melakukan banyak kegiatan untuk meningkatkan kualitas ketahanan pangan di Jember, beberapa pekan lalu kami telah melakukan sosialisasi terhadap sejumlah petani tentang pentningnya penggunaan pupuk berimbang” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa selain sosialisasi, praktek langsung penggunaan pupuk berimbang terhadap sawah milik petani yang ada di 5 Kecamatan, dianataranya yakni Panti, Sukowono, Jelbuk, Patrang dan Arjasa). Dipilihnya beberapa kecamatan di wilayah Jemebr utara tersebut dikarenakan SDM yang ada diwilayah ini memang perlu ditingkatkan disbanding dengan para petani yang berada di wilayah Jember Selatan.

“Tahun 2014 ini kami memilih beberapa kecamatan yang kami rasa, SDMnya masih perlu ditingkatkan lagi, agar mutu dari hasil produksinya juga bisa lebih baik daripada sebelumnya, namun kami masih akan terus melakukan ini di kecamatan lainnya” tegasnya.

Menurut jumantoro dengan menggunakan pupuk berimbang ini, selain mutu yang dihasilkan bagus, hasil produksipun juga mengalami peningkatan hingga 2 ton/hektarnya. Untuk itu penerapan pupuk berimbang ini harus terus dilakukan , agar mutu dan produksi padi di Jember semakin meningkat pula.

“ Jadi pupuk berimbang terpadu ini   bukan hanya menggunakan pupuk kimia saja, namun juga pupuk organik itu juga sangat  perlu digunakan , selama ini pemahaman petani masih fokus terhadap pupuk kimia saja karena hasilnya cepat terlihat, namun sebenarnya penggunaan pupuk organic perlu dilakukan untuk menghasilkan mutu padi yang baik” tegasnya.

Jumantoro juga menjelaskan bahwa saat ini, sekitar 80%   petani sudah mulai persiapan musim tanam, hal itu dikarenakan cuaca saat ini sangat mendukung, namun juga perlu diwaspadai, bahwa musim hujan seperti saat ini juga rawan terjadi gagal panen.

“ Kalau di Jember hanya beberapa daerah saja yang biasanya gagal panen, seperti missal diwilayah Rambipuji, Karena didaerah tersebut hanya tanam padi terus, tidak ada variasinya, hal itulah yang berpengaruh pada tingkat keasaman tanah , sehingga berpengaruh pula terhadap perkembangan dan ahsil produksinya “ ungkapnya

Namun selain hal tersebut, beberapa factor lainnya juga berpengaruh terhadap gagal panen , untuk mengantisipasi hal itu ada beberapa cara yang perlu dilakukan para petani, misalnya menggunakan benih berlabel yang dikembangakna oleh penangkar serta mengendaikan hama terpadu yang banyak mengganggu ketika musim hujan seperti saat ini. Peningkatan mutu dan produksi memang harus terus dilakukan, kerjasama antar pihak terkait, baik Pemkab maupun petani sangat diperlukan  agar Jember tetap dapat memenuhi target 1 juta ton Gabah /tahun.  (*)

No Response

Comments are closed.