Jember Kota Pandhalungan

Hari Pahlawan ke-71, Letkol Sroedji Terima Tanda Kehormatan

Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., menyampaikan selamat atas anugerah tanda kehormatan Republik Indonesia Bintang Mahaputera Utama kepada Letkol Inf. (Anumerta) Mochamad Sroedji dari Presiden Republik Indonesia. Hal ini diungkapkan Bupati Faida bersama Wakil Bupati Drs. KH. A. Muqiet Arif saat memimpin langsung upacara Hari Pahlawan ke-71, Kamis (10/11/2016).

Dihadapan segenap jajaran kepala SKPD Kabupaten Jember, juga turut hadir pejuang veteran dan segenap pejabat Kabupaten Jember yang menghadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-71 Tahun 2016, yang mengangkat tema Satukan Langkah untuk Negeri, Bupati mengajak seluruh peserta upacara agar bersyukur dan mentauladani jasa pahlawan yang masih ada maupun sudah meninggal dunia. Bersyukur atas segala anugerah yang sudah diberikannya,dan mentauladani semangat juang pahlawan yang tak kenal lelah.

Pada rangkaian upacara pagi tadi, Bupati Faida juga menyampaikan sambutan yang berisikan amanat Mentri Sosial Republik Indonesia pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-71 Tahun 2016, yang mana setiap tanggal 10 November Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai moment refleksi untuk memberi makna atas pengorbanan para Pahlawan Kusuma Bangsa dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan, peringatan tersebut di dasarkan pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang memakan korban jiwa yang sangat besar.

Peristwa tersebut memberikan pelajaran moral bahwa warisan terbaik para Pahlawan Bangsa bukanlah Politik Ketakutan melainkan Politik Harapan bahwa seberat apapun tantangan yang di hadapi dan keterbatasan yang ada tidak menyurutkan semangat perjuangan. Pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdaan juga menunjukkan spirit perjuangan dan mental karakter perjuangan memilki gaya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaaan, Hari Pahlawan harus menggali apinya bukan apinya dengan meminjam ungkapan Bung Karno semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang yang berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Semangat kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat mutlak dengan tiada mengecualikan suatu golongan dan lapisan, semangat kepahlawnan adalah semangat membentuk dan membangun Negara.

Dimana yang setiap jaman memiliki tantangan tersendiri oleh sebab itu setiap jaman mengembangkan respon kepahlawanan yang sesuai dengan jamannya. Setelah Indonesia merebut kemerdekaannya semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme depensip, maka di butuhkan patriotisme yang lebih positif dan progresif karena patriotisme sejati bukan sekedar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan Negeri untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa hari ini patriotisme progresif di tuntut untuk mengembangkan patriotisme bangsa tanpa terprosok pada sikap anti asing.

Dengan adanya amanat Presiden pada ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 setelah setahun pemilihan umum pertama pada tahun 1945 Bung Karno menyampaikan tentang revolusi bangsa dalam pandangannya investasi keterampilan dan material amat penting namun yang lebih penting lagi adalah investasi mental, investasi keterampilan dan material tidak bisa menjadi dasar persatuan dan kemakmuran bersama tanpa di dasari investasi mental. Gerakan revolusi mental di harapkan dapat mendorong kehidupan baru dalam bentuk satu perombakan cara berfikir, cara kerja cara hidup yang merintangi kemajuan dengan ini gerakan hidup baru adalah gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia untuk menjadi manusia baru berhari putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali berjiwa api yang menyala-nyala dan itulah jiwa patriotisme progresif, tantangan dan persoalan yang sedang di hadapi saat ini memang berat akan tetapi tidak boleh berputus harapan karena para Pahlawan Kusuma Bangsa mengajarkan tentang arti penting perjuangan, ketabahan dan harapan bahwa siapa yang ingin memiliki mutiara harus bisa menahan nafas dan menyelami samudra yang dalam. Melalui momentum hari Pahlawan 2016 yang di laksanakan di berbagai kegiatan terdapat makna yang di kandung di dalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang telah di wariskan yaitu takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pantang menyerah pantang mundur dan percaya kepada diri sendiri serta kerja keras dalam membangun Indonesia yang sejahtera sebagaiman cita-cita Pahlawan Bangsa.

Dengan tekat dan ketulusan saling membahu yang dihadapi dengan makna integritas etos kerja dan gotong royong maka di yakini Bangsa Indonesia dapat mengatasi dan dapat menjadi Bangsa pemenang dan mampu bersaing dengan Negara lain yang ini sejalan tema hari ini yaitu Satukan Langkah untuk Negeri yang mengandung pesan untuk bersatu dalam kebersaman untuk persatuan untuk mewujudkan cita-cita Negeri.

Melalui memperingati hari Pahlawan 2016 sebagai bangsa yang besar maka peringatan hari pahlawan di harapkan pula dapat lebih membangkitkan semangat kebangsaan dan menumbuhkembangkan nila-nilai Kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ini di ajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi Pahlawan bagi diri sendiri, lingkungan juga masyarakat.

Dan di akhir upacara, Bupati Jember memberikan tali asih kepada pejuang perintis kemerdekaan, dan bersama kelompok wirausaha juga indomart peduli bekerjasama dengan semangat hari Pahlawan. (Mutia. Izza)

No Response

Leave a reply "Hari Pahlawan ke-71, Letkol Sroedji Terima Tanda Kehormatan"