Jember Kota Pandhalungan

Hasilkan Jutaan Rupiah Dari Sebuah Sangkar

Pengrajin Sangkar BurungSalah satu produknya yang hingga saat ini masih banyak diproduksi di Kota Jember adalah kerajinan sangkar burung. Sangkar burung, yang diproduksi tersebut, merupakan kerajinan yang dibuat oleh sebagian besar masyarakat di Desa Dawuhan Mangli-Sukowono-Jember. Sejak lama,  desa tersebut memang dikenal dengan sentra produkssi sangkar burung. Hal itu dikarenakan dari total penduduk ,  sebesar 65 persen, berprofesi sebagai pengrajin sangkar burung. Namun sebagian lagi , ada yang berprofesi sebagai petani.

Meski rata-rata menjadi pengrajin, namun produk yang dihasilkan dari tiap-tiap pengrajin itu berbeda, karena keahlian yang dimiliki setiap rang berbeda, karena itulah produk yang dihasilkan oleh pengrajin di setiap rumah memiliki keunggulan dan ciri khas tersendiri. Keunikan ini pula yang membuat sentra pembuatan sangkar burung  di Desa Dawuhan Mangli terus berkembang.

‘ meski hampir semuanya menjadi pengrajin sangkar, namun sangkar yang dihasilkan itu berbeda-beda, mulai dari bentuknya hingga lukisannya itu biasanya berbeda’tegas Sakla. Ia juga mengatakan bahwa dengan memproduksi sangkar tersebut bisa menambah penghasilan ekonomi.untuk keluarganya.

Menurut pengrajin yang sudah 25 tahun, menggeluti kerajinan sangkar ini, Ia bersama keluarganya mampu menghasilkan 8 hingga  10 sangkar setiap minggunya, tergantung dengan kualitasnya juga, untuk kualitas yang biasa per/harinya bisa menghasilkan 2-3 buah sangkar, namun untuk kualitasnya yang bagus, serta  lukisan dengan motif yang sedikit sulit, biasanya hanya menghasilkan satu buah sangkar dalam waktu empat hari. Tak hanya itu, harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari harga Rp.30.000- hingga Rp.1.500.000- , semua tergantung dengan motif dan bahan nya.

Perkembangan kerajinan sangkar burung ini, bisa dibilang cukup menjanjikan, bagaimana tidak, jika dari tahun ke tahun, pemasaran sangkar burung terus bertambah, hingga saat ini, kerajinan sangkar burung tersebut diasarkan di berbagai daerah, mulai dari daerah lokal seperti situbondo, Lumajang, Banyuwangi, Besuki, serta ke luar daerah seperi Bandung, Surabaya,Madura, bahkan penjualannya pun sampai ke daerah Luar Jawa.

Untuk itu lah pembuatan sangkar burung terus meningkat. Menurut Sakla, proses pembuatan sangkar burung memang sedikit sulit, namun jika sudah terbiasa, maka akan terasa mudah. Proses awal pembuatan sangkar, adaah pembuatan ruji, yakni dengan cara  membersihkan rotan terlebih dahulu, , kemudian di potong, seperti lidi, kemudian disusun menjadi ruji-ruji sesuai dengan bentuknya. Kemudian seteah itu, proses pemberian sirap, yang dilanjutkan dengan pemberian kalsium yang dicampur dengan kertas bekas, hingga 3 lapisan, barulah proses melukis, dan dilanjutkan dengan pewarnaan, baik menggunakan tehnik air brush maupun manual.

Pembuatan sangkar burung akhir-akhir ini memang semakin marak, hal itu tentu dikarenakan prospek dan nilai jual sangkar yang cukup menjanjikan, tak heran jika sampai saat ini,  para pengrajin sangkar burung masih terus bertahan dengan usaha yang digelutinya itu .

No Response

Comments are closed.