Jember Kota Pandhalungan

Hazora Menginsipirasi Daerah Lain Kembangkan AMDK

Armada Hazora.JPG

Jember Kita. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember tertantang untuk menjawab keinginan masyarakat. Karena itu menjadi alasan kuat bagi perusahaan tersebut untuk membuat air minum dalam kemasan (AMDK) berlabel Hazora sejak tahun 2004.

Selama ini masyarakat mengenal PDAM hanya sebatas penyedia air bersih melalui saluran perpipaan maupun tangki. Namun sejak gagasan tersebut diluncurkan, Hazora mulai menyita perhatian publik, dan air mineral kebanggaan wong Jember tersebut dari tahun ke tahun mengalami omzet penjualan.

            Dikatakan oleh Drs. Ec. Taufan MM, Direktur PDAM Jember, ketika AMDK made in PDAM ini didaftarkan di pemerintah pusat untuk mendapatkan lisensi standart nasional Indonesia (SNI), justru memakai nama Ozora bukan Hazora, namun nama tersebut justru sudah lebih dahulu ada dan dimiliki salah satu perusahaan AMDK di Tangerang. Atas masukan dari berbagai pihak kala itu, PDAM Jember tidak lagi memakai nama Ozora dan berganti nama menjadi Hozora.

Kendati demikian, Hazora memiliki arti air dari Tuhan karena diambilkan dari mata air Sumber Telas. “SNI sudah  dikantongi oleh air mineral Hazora karena memang memenuhi standart AMDK, selain itu produk lokal kebanggaan wong Jember ini memiliki TDL rendah dan aman untuk  dikomsumsi. PDAM Jember sendiri memiliki 25 titik mata air dan salah satu titik yakni mata air Sumber Telas layak untuk dijadikan bahan baku pembuatan AMDK, itupun setelah melalui proses pengujian oleh tim peneliti pusat. Mata air Sumber Telas ini merupakan peninggalan pemerintah kolonial Belanda, kendati musim kemarau panjang air selalu memancar dari mata air tersebut,” ungkap Taufan.

            Dalam kurun satu dasa warsa, PDAM Jember mampu memproduksi 200 karton Hazora setiap hari. Diakui oleh Taufan, hal itu tu tidak terlepas dari keberadaan 4 buah mesin baru dimiliki oleh PDAM Jember untuk mendongkrak omzet penjualan air minum tersebut. Berkat mesin baru itu, selama 60 menit 1000 gelas AMDK mampu dihasilkan apalagi saat ini Hazora sudah dikenal luas oleh masyarakat Jember. Sukses PDAM Jember mengelola usaha air mineral patut diacungi jempol meski kompetitor lokal pun mulai bermunculan, kini Hazora juga menggelontor pasar melalui kemasan galon dan botol plastik dari ukuran 350 ml maupun 650 ml.

            Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sapto Nugroho Humas PDAM Jember, untuk kemasan galon dibandrol harga Rp.5000, botol 350 ml Rp.1200, botol 650 ml Rp.1700 dan AMDK kemasan gelas plastik 240 ml Rp.12.000 per karton.Sapto menceritakan, proses produksi AMDK Hazora tersebut dari awal sampai finishing dilakukan di sebelah kantor PDAM Jember. Dari Sumber Telas, air tersebut diangkut menggunakan armada tangki dan rutinitas itu dilakukan tiga hari sekali dan hal itu sengaja dilakukan untuk menjaga kesegaran AMDK tersebut.

           “Konsekwensi dari SNI maka kita tidak menerima galon diluar merek Hazora, perlu juga diketahui karena Hazora itu diambilkan langsung dari mata air Sumber Telas maka tidak mengganggu layanan kepada pelanggan karena tidak melalui jalur distribusi pipa.Tingkat kesulitan pembuatan AMDK ini tidak ada, selama ini lancar-lancar saja bahkan pemasaran Hazora di Kabupaten Jember hampir menyeluruh.Tidak semua PDAM di Jawa Timur memiliki usaha AMDK, bakan Hazora kini menjadi inspirasi tersendiri bagi PDAM kabupaten lain di Madura untuk memproduksi AMDK serupa,”jelas Sapto.

         Sapto juga menjelaskan, banyak hal bakal dilakukan di tahun 2015 oleh PDAM Jember untuk mengembangkan usaha AMDK tersebut.Perusahaan daerah itu tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah produksi dan meningkatkan kwalitas Hazora, hal ini sengaja dilakukan untuk mengimbangi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan air mineral.Sapto optimis, tahun 2015 nanti permintaan AMDK Hazora dipastikan meningkat, PDAM Jember tahun 2014 ini merasa kewalahan untuk melayani pesanan air mineral kebanggan wong Jember tersebut dari masyarakat. (winardyasto)

No Response

Comments are closed.